ALAMAK

BTN Ancam! Rumah Bersubsidi Wajib Dihuni, Tidak Boleh Disewakan atau Jadi Investasi

“Tidak boleh kosong, tidak bisa dijadikan ranah investasi, disewakan, dan dijual. Jika, hal itu terjadi maka subsidinya dicabut"

Editor: Salomo Tarigan
Tribun
RUmah bersubsidi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Terhitung sejak Januari 2017, setidaknya sudah ada 2.686 rumah bersubsidi yang dibiayai Bank Tabung Negara (BTN) Cabang Kota Pangkalpinang. Branch Manager BTN Cabang Kota Pangkalpinang, Chrys Setiawan pun menegaskan rumah tersebut harus dihuni maksimal satu tahun setelah akad.

“Tidak boleh kosong, tidak bisa dijadikan ranah investasi, disewakan, dan dijual. Jika, hal itu terjadi maka subsidinya dicabut dan biayanya menjadi rumah komersil. Sebab, sasaran pembangunan rumah subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan rumah saat ini bukan nanti,” ujar Chrys saat ditemui belum lama ini.

Menurutnya, 53 persen konsumen rumah subsidi merupakan kalangan milenial. Berdasarkan data pada Januari 2017-Januari 2018, terhitung 1.399 pemilik rumah berusia 20 sampai 30 tahun dari jumlah keseluruhan 2.686.

Hal itu, lanjut Chrys, menunjukan pola pikir generasi muda Bangka Belitung berusia produktif terhadap hunian pribadi.

Chrys memaparkan aturan pengajuan rumah subsidi harus berusia minimal 21 tahun atau di bawah 21 tahun tetapi telah menikah.

Rentan usia produktif yang mempunyai penghasilan tetap, yakni 20-30 tahun dan belum memiliki rumah menjadi satu di antara target pasar rumah subsidi.

Baca: TERBARU, Elektabilitas Jokowi Tertinggi tapi Bakal Ada Cawapres Militer, Popularitas AHY 71,2 Persen

Baca: Praktik Prostitusi Alexis 4Play di Lantai III, Belum Ada Tindakan Anies-Sandi, Masih seperti Dulu

Ia menilai anak muda mempunyai karir dan penghasilannya masih bisa berkembang, serta dari sudut pandang perbankan tingkat keamanan angsurannya terjamin.

Selain itu, ia mengungkapkan milenial Babel mempunyai motivasi yang baik dalam kepemilikan rumah subsidi.

Angsuran terjangkau dan prospek kepemilikan rumah menjadi landasan keinginan mempunyai rumah dibandingkan harus membayar sewa kontrakan atau kos.

Lalu, dilihat dari segi penghasilan UMR di Babel sangat memungkinkan seseorang membeli rumah subsidi.

"Harga rumah subsidi tahun 2018 Rp 136 juta perunit, umumnya uang muka sebesar 5% dengan iuran Rp. 800.000 - Rp. 900.000 perbulan selama 20 tahun. Biaya tersebut tidak akan naik sampai rumah lunas. Khusus wilayah Pangkalpinang pembangunan rumah subsidi sangat berkembang, terutama di daerah Kampak," kata Chrys.

Tidak sesulit dulu

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved