Siantar Dinyatakan KLB Difteri, Dinkes Siantar Akan Lakukan Vaksinasi dan Imunisasi

Berdasarkan surat kementrian dan dinkes provinsi, jika satu suspect difteri maka dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB)

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Dinkes Pematangsiantar menggelar temu pers terkait Siantar ditetapkan KLB difteri, Selasa (6/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Virus Difteri menyebar di Siantar. Satu orang dinyatakan suspect terkena difteri dan sudah dirujuk ke Medan.Hal ini disampaikan Kadis Kesehatan dr Ronald Saragih di Kantor Dinas Kesehatan Jalan Sutomo, Selasa (6/2/2018).

Dijelaskan Ronald, setelah berkoordiasi dengan Dinkes Pemprov Sumut, temuan korban pengidap difteri di Siantar telah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini terkait keluarnya surat dari Menteri Kesehatan. Korban telah dirujuk ke RS Adam Malik di Medan.

Baca: Dua Bulan Ayah Hilang di Laut, Keluarga Ini Terpaksa Luntang-lantung

Baca: BNN Sumut Gagakan Pengiriman 15 Ribu Butir Pil Ekstasi dari Kualanamu

"DP warga Kelurahan Kristen dia ditetapkan suspect difteri. Berdasarkan surat kementrian dan dinkes provinsi, jika satu suspect difteri maka dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kami Dinkes Siantar hari ini dinyatakan KLP difteri. Harapan kami insan pers jangan buat masyarakat jadi gelisah karena difteri," kata dr Ronald.

Demi mengantisipasi penyebaran virus difteri, Dinkes akan mlakukan imunisasi dan vaksinasi di wilayah tempat tinggal korban yang terjangkit. Imunisasi akan dilakukan kepada warga yang berusia 2 bulan hingga 18 tahun.

"Bahwa yang kami koordinasikan dengan pihak Dinkes Pemprov bahwa korban yang dinyatakan suspect difteri adalah KLP. Akan diimunisasi di daerah penderita di lingkungan I Kecamatan Siantar Selatan, jadi vaksinasi umur 2 bulan sampai 18 tahun. Difteri ini bukan hal baru, tapi berjangkit kembali. Berapa puluh tahun yang lalu pernah ada," jelas dr Ronald.

Staf ahli Walikota, Pardamean Silaen menjelaskan bahwa warga tidak perlu panik karena korban difteri harus dirujuk ke Medan. Hal ini dikarenakan pusat vaksinasi difteri memang harus di Medan. (Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved