Terkait Pasar Marelan, Dirut PD Pasar : Persoalan Jangan Dibesar-besarkan

"Persoalan ini tidak begitu besar, cuma dibesar-besarkan. Saya tetap prioritaskan 791 pedagang"

Editor: Salomo Tarigan
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C dengan Pedagang Pasar Marelan dan Dirut PD Pasar, Selasa (6/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjawab sejumlah pertanyaan Komisi C, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya mengatakan, yang jelas pasar baru Marelan belum dioperasikan mengingat hal-hal lain belum selesai, baik proses administrasi, lapak dan meja pedagang.

"Persoalan ini tidak begitu besar, cuma dibesar-besarkan. Saya tetap prioritaskan 791 pedagang. Ini bangunan yang diberikan Pemko, makanya harus dimanfaatkan. Kita belajar dari pengalaman pahit seperti di Pasar Induk, dimana investor atau pedagang berdasi semua berada di sana. Tapi itu bukan masa saya,"katanya.

Baca: Memprihatinkan, 13 KK Korban Kebakaran di Satu Tenda Darurat Tanpa Dapur Umum

Baca: BNN Gagalkan Pengiriman 15 Ribu Butir Pil Ektasi dari Kualanamu ke Jakarta

Ia pun menekankan, semua pedagang yang terdata akan mendapatkan kios ataupun lapak di Pasar Marelan.

"Saya tekankan, kalau dia pedagang wajib dapat (lapak). Ada surat permohonan soal harga yang kami tetapkan sendiri, dan itu sedang dibahas oleh Badan Pengawas,"ungkapnya.

Menurutnya, memang ada royalti yang dibebankan kepada pedagang, sebagai biaya perawatan gedung pasar. Aset terhadap pasar itu pun, kata Rusdi, belum diserahkan pada pihaknya.

"Pengelolaan dan kewajiban Pemko tetap ada, karena sudah membayar ganti rugi kepada pemilik tanah. Pemilik tanah lalu membayar kepada pedagang. Kebijakan kami kalau pemilik tanah dapat 10 belum tentu dapat 10 (lapak). Tapi pedagang 791 merupakan prioritas utama,"pungkasnya.(raj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved