NEWS VIDEO
Kena Razia, Sopir Taksi Online Curhat Begini
Seorang pengemudi taksi online yang terkena razia simpatik, Reza Purba mengatakan sebenarnya sebagai pengemudi
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan, M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belasan Pengemudi taksi online kena razia simpatik, yang dilakukan oleh Polantas Polrestabes Medan dan Dishub Kota Medan di seputaran Sun Plaza, Jalan Zainul Arifin Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/2/2018).
Seorang pengemudi taksi online yang terkena razia simpatik, Reza Purba mengatakan sebenarnya sebagai pengemudi, dirinya hanya mencari makan lewat taksi online.
"Kalau ada razia gini sebenarnya terganggu juga. Tapi mudah-mudahan pemerintah jangan bantai lagi lah kami orang susah ini. Kami ini kan cuma orang-orang susah yang cari makan halal," kata Reza.
Terkait ada atau tidaknya pemberitahuan yang diberikan oleh perusahaan sebelumnya, Reza mengatakan perusahaan sama sekali belum ada melakukan sosialisasi Permenhub nomor 108/2017 tentang Penyelenggaraan angkutan orang dengan kenderaan bermotor umum tidak dalam trayek.
Mencakup uji KIR, pemasangan stiker dan SIM A umum.
Baca: Sopir Taksi Online Hati-hati, Dishub dan Polisi Gelar Razia sampai Tanggal 15 Februari
"Kalau disuruh memenuhi tiga persyaratan untuk taksi online, secara pribadi saya mungkin bakal beralih pekerjaan. Karena kalau pakai stiker, otomatis asuransi kami ditolak. Terus juga kalau kami jual mobil di harga bekas, pasti harganya hancur-hancuran. Jadi lebih bagus mungkin saya beralih," tutur Reza.
Reza mengatakan sebenarnya 95 persen pengemudi taksi online tidak ada yang setuju. Di grup ada 17 ribu driver online di Kota Medan.
Jadi dari 17 ribu pengemudi 95 persennya menolak adanya Permenhub 108/2017.
"Kita yang nggak setuju, pertama karena adanya uji KIR yang membuat lepasnya asuransi dan harga jual mobil jatuh. Kalau masalah SIM dan surat kita lengkap, SKCK pun kita punya. Karena kalau harus uji KIR dan bayar lagi, potongan lagi, rasanya kami sudah nggak mampu lagi. Apalagi order sekarang lagi hancur-hancuran," pungkas Reza.(*)