PN Vonis Orang Kepercayaan Bandar Sabu 10 Tahun

Budi Antoni terbukti menyimpan barang bukti 320 paket dan 1 paket ukuran besar seberat 159,48 gram.

PN Vonis Orang Kepercayaan Bandar Sabu 10 Tahun
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Budi Antoni (kiri) Divonis 10 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Siantar bersama kurir bernama M Saleh. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Budi Antoni yang berperan sebagai orang kepercayaan bandar sabusabu berinisial JS (DPO) disidang dalam agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Siantar , Kamis (1/2). Dalam sidang tersebut, Budi divonis 10 tahun penjara. Budi Antoni terbukti menyimpan barang bukti 320 paket  dan 1 paket ukuran besar seberat 159,48 gram. Selain Budi, kurirnya, M Saleh Nasution divonis penjara sembilan tahun dengan barang bukti 24 paket sabu atau seberat 3,2 gram.

Budi dan Saleh divonis sesuai fakta persidangan yang digelar oleh majelis hakim diketuai Fitra Dewi Nasution dibantu dua rekannya yakni M Nuzuli dan Simon Charles Pangihutan Sitorus.

Dalam sidang, Hakim Fitra menegaskan bahwa Budi Antoni yang tinggal di Perumahan Graha Harmoni Blok B, Rambung Merah, Kabupaten Simalungun terbukti secara sah melakukan tindak pidana tanpa hak menjadi perantara narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.

Baca: Kisah Pecandu Narkoba Berubah Drastis selepas Bersua Teman Masa Kecilnya

Baca: Kapolres Asahan Dituding Lepaskan Kurir dan Bandar Narkoba, KAPAS Demo ke Polda Sumut

"Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009," kata hakim.

Sedangkan terdakwa M Saleh yang merupakan warga Jalan Sibatu-batu, Perumahan Medan, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari dan Jalan Serdang Gang Langgar, Kecamatan Siantar Barat terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak menjadi perantara narkotika golongan I bukan tanaman. “Perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 114 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009," ujar Fitra.

Keduanya ditangkap pihak Badan Narkotika Nasional Kota Pematangsiantar dan mengamankan 3,2 gram narkotika sabusabu di Jalan H Ulakma Sinaga Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Sitalasari sekitar Agustus 2017 silam. 

"Kepada keduanya dikenakan pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Keduanya diancam 20 tahun penjara," kata Kasi Berantas BNNK Siantar P Ketaren.

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved