Edisi Cetak Tribun Medan

WOW! Eks Kebakaran Gedung Perisai Plaza Jadi Parkir Modern, Begini Solusi Atasi Macet Kota Medan

"Di sana ada pajak ikan, lalu perkantoran, perniagaan, restoran, banyak yang parkir dan membuat kemacetan,"

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan / doc
Eks bangunan Perisai Plaza roboh tribun medan--com 

TRIBUN-MEDAN.COM -Gedung bertingkat untuk lokasi parkir modern akan dibangun di Perisai plaza yang terletak di Jalan Pegadaian, Medan. Konsepnya mengikuti kota maju di dunia, semua kendaraan dari tempat perniagaan, pasar dan perkantoran akan masuk ke parkiran khusus, sehingga mengurangi kemacetan. Kaki lima atau pedestrian di sekitarnya pun akan dikelola sehingga nyaman untuk pejalan.

Rencana membangun gedung parkir khusus terkait dengan proyek Buss Rapid Transportation (BRT) dan Light Rapid Transportasion (LRT). Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan sudah membuat kajian perencanaan pembangunan.

"Direncanakan, BRT melewati Jalan Pemuda. Konsep pembicaraan, kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Stasiun, dan seputaran Lapangan Merdeka dan Kesawan tidak ada parkir roda dua dan empat di sepanjang jalan itu," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, Kamis (8/2/2018).

Untuk menjangkau jarak ke kawasan itu, Pemko Medan menyiapkan salah satu bangunan pakir yang mampu menampung jumlah kenderaan untuk beberapa kawasan itu. Ia menggambarkan, nantinya kawasan di pinggir jalan-jalan yang disesbut di atas, seperti layaknya di luar negeri diprioritaskan bagi pejalan kaki.

"Rencananya memang begitu. Seperti di Jalan Pegadaian, eks Perisai Plaza itu. Tapi, saya belum tahu kapan ini akan direalisasikan. Ini masih dalam tahap kajian Pemko Medan dulu," katanya. Bekas Perisai plaza yang terletak di Jalan Pegadaian, Medan terbakar empat tahun lalu, tepatnya 21 Maret 2014, pada pukul 10.00 WIB, pagi.

Renward menuturkan, tempat parkir itu juga, sebagai langkah untuk meminimalisir terjadinya kemacetan. Pasalnya, berdasar laporan, badan jalan di kawasan itu dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan sehingga kerap menyebabkan kemacetan.

Baca: Terbukti Ramalan Mbah Mijan Soal Andika Kangen Band, Kini Bersama Pramugari!

Baca: Dejavu Coutinho, Kreator Gol Perdana di Liverpool dan Barcelona

"Di sana ada pajak ikan, lalu perkantoran, perniagaan, restoran, banyak yang parkir dan membuat kemacetan," ujarnya.

Pemko akan melibatkan konsultan untuk melihat bagaimana perencanaan yang baik, agar memang pembangunan gedung parkir tersebut bisa lebih efektif Namun, Renward menambahkan, jikalau sudah ada gedung parkir, terkhusus di daerah perniagaan, bukan berarti tidak bisa parkir. Akan tetapi, akan lebih tertata rapi.  

Kepala Bappeda Kota Medan, Wiriya Alrahman mengatakan, tempat parkir merupakan
salah satu alternatif pemecah persoalan kemacetan melalui pengelolaan perparkiran secara terpadu dan terkoordinasi.

Pembanguna gedung parkir khusus perlu untuk menjamin terselenggaranya pembinaan guna mewujudkan penataan lingkungan perkotaan, kelancaran lalu lintas jalan, ketertiban administrasi, pendapatan daerah, serta mampu mengurangi beban sosial melalui penyerapan tenaga kerja.

"Salah satu wilayah yang mengalami kemacetan dan sekaligus dapat dijadikan tonggak awal penataan perpakiran, adalah sekitar Jalan Pemuda," kata Wiriya.

Berdasarkan kajian yang sedang dilakukan, dengan meningkatnya harga tanah dan semakin banyaknya mobil yang butuh tempat parkir, maka gedung bertingkat menjadi solusi paling tepat untuk mengatasi permasalahan. Gedung parkir terdiri dari beberapa lantai yang didukung oleh kolom-kolom, yang diberi jarak tertentu untuk susunan kendaraan dan pejalan kaki. 

Petugas kebakaran terlihat   menjinakkan api di eks Perisai Plaza yang berada di Jalan Pemuda Baru, Jumat (21/3/2014).
Petugas kebakaran terlihat menjinakkan api di eks Perisai Plaza yang berada di Jalan Pemuda Baru, Jumat (21/3/2014). (Tribun Medan / Array)

"Fasilitas lain bisa ditambahkan untuk kenyamanan pengguna dan masyarakat sekitar, seperti foodcourt dan lapangan futsal. Untuk lebih efisien dan efektif, maka sistem pengangkatan dan penyusunan kendaraan dapat dilakukan secara elektronik (lift)," kata dia.

Jangan Sampai Siasia
Pembangunan parkir khusus itu sah-sah saja dilakukan. Namun, banyak aspek yang harus diperhatikan. Paling utama itu adalah tingkat kesadaran masyarakat. "Sebab, budaya di Medan ini masyarakat tidak banyak yang mau berjalan kaki. Jangan sampai, dibangun nanti gedung parkir tersebut akan jadi siasia," ujar Pengamat Transportasi Sumut Sukrinaldi.

Menurut Sukrinaldi, di kota-kota besar, gedung parkir banyak dibangun di dekat jalan tol atau stasiun kereta api. Nah mereka naik sepeda motor, dari rumah dan parkir di depan tol. Lalu, mereka naik transportasi umum menuju kantor. Hal itu, bisa bagus karena memang fasilitas juga cukup memadai. Bahkan ada juga naik kereta api, stasiun-stasiunnya ada dan dekat dari kantor (selengkapnya baca news analysis).

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Bappeda Kota Medan pada tahun 2016, diperkirakan jarak tempuh berjalan kaki yang ideal untuk mencapai gedung parkir adalah sejauh 300 meter.

Dengan demikian maka radius 300 meter dari gedung parkir diberlakukan larangan parkir, baik untuk kendaraan roda 4 maupun roda 2. Dalam perhitungan radius 300 meter, diperoleh jumlah potensi kendaraan yang parkir sebesar 298 SRP (Saturan Ruang Parkir) untuk roda 4 dan 213 SRP untuk roda 2.

Biaya investasi pembangunan gedung parkir dengan kategori modern ini diperkirakan sekitar Rp 26 miliar yang akan kembali (pay back period) pada tahun ke-16. Sementara biaya pokok kembali (break even point) di tahun ke-10, dengan asumsi harga jual tidak berubah, seluruh biaya dapat dibagi ke dalam biaya tetap dan biaya variabel, dan biaya variabel bersifat proporsional.

Untuk merealisasikan proyek ini, maka Pemerintah Kota Medan akan memberikan dukungan berupa peraturan pelarangan parkir, kemudahaan perizinan, dan penyiapan sarana pedestrian yang nyaman menuju gedung parkir. (raj)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved