Pilgub Sumut

JR Saragih Lolos Dua Kali di Pilkada Simalungun Namun Gagal di Pilgubsu, Ini Kata KPU Sumut

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara hanya menetapkan dua pasangan calon yang berhak

JR Saragih Lolos Dua Kali di Pilkada Simalungun Namun Gagal di Pilgubsu, Ini Kata KPU Sumut
JR Saragih didampingi Ance menunjukkan bukti-bukti berkas Ijazah kepada media, usai mengikuti rapat pleno KPU, di Hotel Mercure, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (12/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

 TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara hanya menetapkan dua pasangan calon yang berhak maju di Pemilihan Gubernur Tahun 2018, yaitu Pasangan Calon Edi Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus.

 Sementara JR Saragih dan Ance Selian tidak diloloskan karena tersandung ijazah SMA yang dimilikinya. KPUD Sumut tidak meloloskannya setelah mendapat surat dari Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyatakan fotocopy Ijazah JR Saragih tidak pernah dilegalisir Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

 Jr Saragih yang dinyatakan tidak lolos sebagai calon mengutarakan bahwa dia sudah melengkapi seluruh persyaratan yang diminta KPU Sumut.

Termasuk fotokopi yang dilegalisir oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta seraya menunjukkannya kepada para wartawan.

 "Ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Surat yang mereka itu hanya ditandatangani Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta. mana lebih tinggi sekrtaris atau kepala dinas?" tanya JR Saragih.

Baca: 1167 Polisi Kawal Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur

 JR Saragih juga mengutarakan bahwa dia sudah dua kali mencalonkan sebagai Bupati di Simalungun, dan selalu lolos mengunakan ijazah yang sama. "Ijazahnya sama saat saya mencalonkan di Simalungun, Ketua KPUD Sumutnya pun sama waktu itu," ujarnya.

 Komisioner KPUD Sumut, Benget Silitonga mengutarakan bahwa tidak lolosnya JR Saragih di Pilgub Sumut adalah hal yang berbeda substansinya, dan tidak ada hubungannya dengan Pilkada di Simalungun beberapa tahun lalu.  

 "Tidak ada hubunganya. Itu hal yang berbeda. Yang kami teliti adalah berkas yang diserahkan calon pada saat Pilgubsu. Tidak ada hubungannya dengan Pilkada Simalungun," ujarnya.

 Saat ditanyakan tentang fungsi koordinasi KPUD Sumut ke KPUD Simalungun saat Pilkada Simalungun seperti apa, dan siapa yang melakukan koordinasi? Mulia Banurea mengutarakan semua komisioner KPUD Sumut melakukan fungsi koordinasinya.

"Semua kami. Tapi kan kami punya keterbatasan soal kewenangan kami. Yang menentukan itu KPU Simalungun. Silahkan ditanya saja kepada KPU Simalungun soal itu," ujarnya.

 JR Saragih sudah dua periode menjabat sebagai Bupati di Simalungun. Pada periode pertama, JR Saragih sempat diguncang dengan persoalan Ijazah. Namun dia tetap bisa menjadi calon bupati hingga menjadi bupati. Di periode ke dua, persoalan Ijazah sudah tidak ada lagi.

 Tetapi saat periode kedua, JR Saragih semapt tersandung karena wakilnya terlibat kasus korupsi, namun dengan berbagai gugatan hukum JR Saragih berhasil lolos sebagai calon dan menjadi Bupati Simalungun untuk ke dua kalinya.

(ryd/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved