CSR Bank Sumut Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab dalam menjalankam fungsi sosial terhadap masyarakat

CSR Bank Sumut Bersinergi dengan Pemerintah Daerah
ist
Tim CSR Bank Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ryan Juskal

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab dalam menjalankam fungsi sosial terhadap masyarakat. Hal itu, termaktub dalam UU No 40 Tahun 2007, yang menyatakan setiap perusahaan berbadan hukum perseroan, wajib menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR). 

Bank Sumut, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang memiliki fungsi sosial dalam membangun perekonomian Sumatera Utara, menyadari bahwa penyaluran CSR sangat dibutuhkan dalam membawa masyarakat Sumatera Utara untuk sama-sama maju dan berkembang. 

Pemimpin Unit CSR Bank Sumut, Abdul Hamid mengatakan, sejak awal CSR Bank Sumut memiliki tiga pilar, yakni pilar ekonomi, pilar pendidikan kewirausahan, dan pilar lingkungan hidup. Namun, tahun 2017 pihaknya bersepakat untuk fokus pada pilar pendidikan. 

Dijelaskannya, pengelolaan CSR terbagi dua, ada yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan ada yang dikelola langsung. CSR yang bersinergi dengan pemerintah, sudah disampaikan melalui sosialisasi, bahwa Bank Sumut ingin fokus dan memprioritaskan pendidikan pada tahun ini. 

"Hal ini dilakukan, supaya pemerintah daerah dalam mengajukan program, bisa memosisikan pendidikan mengambil porsi paling besar. Karena tahun ini, Bank Sumut memang fokus pada pilar pendidikan," ujarnya Abdul Hamid yang didampingi Staf Unit CSR, Hendra Simbolon saat ditemui di Kantor Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan. 

Ia menuturkan, pihaknya sengaja menggabung pendidikan dan kewirausahaan, karena Bank Sumut meyakini, bahwa pendidikan dan kewirausahaan sejalan. 

"Wirausaha itu, tidak ada kata finish setiap saat belajar. Kita lihat E-Commerce meningkat, artinya belajar terus, sama halnya dengan pendidikan," ungkapnya. 

Diterangkannya, bisnis perbankan, tidak hanya berbicara ekonomi. Bahkan, pelaku ekonomi juga harus berjalan melalui pendidikan. 

Bank Sumut berharap, penyaluran CSR tidak hanya sebatas pemberian financial semata. Namun, penerima bantuan bisa merasakan manfaatnya. Bank Sumut pun terus mendukung, bahkan mengajari cara penggunaan bantuan, agar dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. 

Abdul Hamid menerangkan, realisasi CSR Bank Sumut selama ini, memang didominasi ekonomi. Setelah itu, pendidikan kewirausahaan dan terakhir lingkungan hidup. 

Secara akumulasi dari tahun 2011 hingga 2017, CSR ekonomi Bank Sumut mencapai 66 persen, dengan nominal Rp 49 miliar. Sedangkan CSR pendidikan Bank Sumut mencapai 22 persen, dengan nominal Rp 16 milar dan Lingkungan hidup hanya 11 persen dengan nominal Rp 8 miliar.

Terkhusus tahun 2017, penyaluran CSR paling banyak ada pada pendidikan yakni mencapai Rp 5 miliar

Ditambahkannya, kontribusi CSR Bank Sumut pun hampir sudah merata di 33 Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara. Walau untuk bidang pendidikan belum semua tersentuh, namun hal ini akan menjadi prioritas Bank Sumut ke depan. 

"Ke depannya, Bank Sumut berharap mitra CSR bisa sama-sama maju, artinya tidak hanya menerima, namun ada niat untuk maju dan berkembang. Sebab, hal ini akan berdampak para majunya perekonomian Sumatera Utara," pungkasnya. (raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved