Breaking News:

Alamak

Dokter Spesialis Kurang, Bupati Ini Malah Mutasikan 2 Dokter Spesial RS ke Puskesmas, Ini Kata IDI

Pemindahan dua dokter spesialis ini dianggap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai bentuk kebijakan kontraproduktif

Penulis: Abdi Tumanggor | Editor: Abdi Tumanggor
Istimewa
Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengeluarkan 'Surat Perintah' memindahkan dua dokter spesial RSUD Gunungsitoli ke Puskesmas. 

Dokter SP.RAD (spesialis radiologi) = 0

Dokter SP.RM (spesialis rehabilitasi medik) = 0

Dokter SP.AN (spesialis anestesiologi dan reanemiasi) = 1 orang.

Dokter SP.JP (spesialis jantung dan pembuluh darah) = 0

Dokter SP.M (spesialis mata) = 1 orang.

Dokter SP.THT (spesialis telingan, hidung dan tenggorokan) = 1 orang.

Dokter SP.KJ (spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri) =  0

Dokter Umum = 12 orang.

Dokter Gigi = 2 orang

SP.GIGI (spesialis gigi) = 0

Jumlah Ketenagaan lainya:

Perawat = 107 orang.

Bidan = 35 orang.

Farmasi = 7 orang.

Tenaga kesehatan lainya = 65 orang.

Tenaga non kesehatan = 146 orang.

Data di atas bisa berubah sesuai kondisi rumah sakit serta meningkatnya jumlah sarana prasana. (*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved