Alamak

Dokter Spesialis Kurang, Bupati Ini Malah Mutasikan 2 Dokter Spesial RS ke Puskesmas, Ini Kata IDI

Pemindahan dua dokter spesialis ini dianggap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai bentuk kebijakan kontraproduktif

Dokter Spesialis Kurang, Bupati Ini Malah Mutasikan 2 Dokter Spesial RS ke Puskesmas, Ini Kata IDI
Istimewa
Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengeluarkan 'Surat Perintah' memindahkan dua dokter spesial RSUD Gunungsitoli ke Puskesmas. 

Jumlah tempat tidur di rumah sakit umum daerah ini sebanyak 201.

Menurut kelas ruangan;

Kelas VVIP = 0

Kelas VIP = 14

Kelas I = 18

Kelas II = 39

Kelas III = 130

Jumlah dokter:

Dokter SP.A (spesialis anak) = 2 orang.

Dokter SP.OG (spesialis obstreti dan ginekologi (kebidanan dan kandungan) = 3 orang.

Dokter SP.PD (spesialis penyakit dalam) = 3 orang.

Dokter SP.B (spesialis bedah) = 2 orang.

Dokter SP.RAD (spesialis radiologi) = 0

Dokter SP.RM (spesialis rehabilitasi medik) = 0

Dokter SP.AN (spesialis anestesiologi dan reanemiasi) = 1 orang.

Dokter SP.JP (spesialis jantung dan pembuluh darah) = 0

Dokter SP.M (spesialis mata) = 1 orang.

Dokter SP.THT (spesialis telingan, hidung dan tenggorokan) = 1 orang.

Dokter SP.KJ (spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri) =  0

Dokter Umum = 12 orang.

Dokter Gigi = 2 orang

SP.GIGI (spesialis gigi) = 0

Jumlah Ketenagaan lainya:

Perawat = 107 orang.

Bidan = 35 orang.

Farmasi = 7 orang.

Tenaga kesehatan lainya = 65 orang.

Tenaga non kesehatan = 146 orang.

Data di atas bisa berubah sesuai kondisi rumah sakit serta meningkatnya jumlah sarana prasana. (*)

Penulis: Abdi Tumanggor
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved