Pedagang Gerah Kesepakatan Tak Dijalankan, Proyek Revitalisasi Pasar Kampung Lalang Belum Tuntas

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang, Erwina Pinem mengatakan, pernyataan yang pernah diucapkan pihak pemborong dan Anggota DPRD

Pedagang Gerah Kesepakatan Tak Dijalankan, Proyek Revitalisasi Pasar Kampung Lalang Belum Tuntas
Tribun Medan/Array
Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang, Erwina Pinem saat melakukan aksi di depan kantor Wali Kota Medan, beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Efek tak kunjung tuntasnya proyek revitalisasi Pasar Kampung Lalang membuat pedagang gerah.

Kegerahan itu tak cuma mereka luapkan ke Pemko Medan, juga kepada anggota legislatif. Pedagang menilai, upaya mediasi yang sudah dilakukan anggota dewan tidak berjalan.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang, Erwina Pinem mengatakan, pernyataan yang pernah diucapkan pihak pemborong dan Anggota Dewan dalam beberapa kali pertemuan, dianggap cuma manis di mulut saja.

"Banyak cakap sajanya semua anggota dewan itu. Manis-manis kali mulutnya kami dengar. Tapi apapun tidak nampak kerja orang itu. Turun ke sini saja pun untuk melihat kondisi pasar, tidak mau lagi mereka. Cuma ngundang-ngundang orang aja tahunya. Habis itu dijanjikan agar pasar harus segera dibangun. Kalau cuma cakap begitu sajanya, anak kami pun pandai," katanya Jumat (16/2/2018).

Baca: Pedagang Pasar Kampung Lalang Ingin Ngadu ke Djarot, Relokasi Tidak Memadai, Omzet pun Menurun

Disampaikannya, proyek revitalisasi Pasar Kampung Lalang masih jauh dari target yang diharapkan. Bahkan pernyataan Kadis Perkim-PR Kota Medan Samporno Pohan, yang menyebut progres pengerjaan sudah ada, dikatakan Pinem cuma omong kosong belaka.

"Silahkan pak kadis itu turun melihat pekerjaan pasar kami. Jangan duduk manis dan terima laporan saja. Progres seperti apa maksud si Samporno itu? karena tiap hari kami lihat kok, begitu saja," katanya.

Bahkan untuk bayar upah tukang saja pun, ungkap Pinem, pihak PT Budi Mangun KSO tidak mampu. Itu terbukti karena belum lama ini sejumlah tukang melakukan demo untuk meminta upah mereka segera dibayarkan.

"Gaji tukang mereka selalu mogok itu. Gak akan benar ini pekerjaan Pasar Kampung Lalang. Semalam itu demo lagi tukang mereka," katanya.

Pedagang sendiri sudah melayangkan surat ke DPRD Medan, terkait permintaan pemutusan kontrak PT Budi Mangun KSO selaku rekanan proyek. Pedagang menilai, rekanan proyek sudah tidak mampu melakukan pekerjaannya sampai batas waktu yang telah disepakati sebelumnya. Namun sampai kini belum ada lagi tindak lanjut yang konkrit dari DPRD.

"Ngomong aja orang itu pandainya. Kalau memang niat membantu kita, turun juga mereka ke lapangan. Tengok bahwa pembangunan itu belum ada 30 persen. Karena yang di bagian belakang itu pun, kondisi rumputnya masih panjang-panjang. Sebab jika sudah dilihat, bisa langsung putuskan kontrak rekanan itu," katanya.(*)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved