Pilgub Sumut

JR Saragih-Ance Tak Lolos Jadi Cagub dan Cawagub Sumut, Begini Penjelasan Ketua KPU Sumut

Mulia mengatakan KPU selama ini sudah bekerja, sesuai berdasarkan dengan regulasi yang di buat oleh KPU pusat.

JR Saragih-Ance Tak Lolos Jadi Cagub dan Cawagub Sumut, Begini Penjelasan Ketua KPU Sumut
Tribun Medan/Andimaz
Sejumlah Pembicara pada acara bertajuk Nongkrong politik semua bisa bicara di Cafe Institute, Jalan Alfalah, Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Sumatera Utara, Mulia Banurea membeberkan alasan mengapa pasangan bakal calon gubernur Sumatera Utara, Jopinus Ramli Saragih-Ance Selian, Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk maju di Pilgub Sumut 2018.

Dalam acara bertajuk Nongkrong politik semua bisa bicara di Cafe Institute, Jalan Alfalah, Medan, turut dihadiri pengamat sosial dan politik Sumut, Sohibul Anshor, ketua KPU Sumut, Calon bupati langkat TMS, Prof Djohar Arifin dan kuasa hukum tim pemenangan JR-Ance, Ronald Naibaho.

Mulia mengatakan KPU selama ini sudah bekerja, sesuai berdasarkan dengan regulasi yang di buat oleh KPU pusat.

Mulia tuturkan bahwa setelah paslon JR-Ance mendaftar, KPU menemukan bahwa sekolah JR sudah tutup.

Disebutkan di Pasal 52 bahwa jika sekolah bakal calon gubernur sudah tutup, maka mekanisme yg ditempuh dengan melakukan klarifikasi ke dinas pendidikan terkait.

Baca: Inilah 14 Partai yang Dinyatakan KPU Lolos ke Pemilu 2019, Ada 4 Pendatang Baru

“Tim KPU melakukan klarifikasi ke dinas pendidikan pemprov DKI Jakarta. Tapi
Mereka tidak mengakui pernah meleges ijazah JR Saragih,“ kata Mulia, Sabtu (17/2/2018).

Mulia menambahkan bahwa selanjutnya dilakukan klarifikasi ke sekolah bakal calon gubernur JR Saragih. Pada (14/1/2018) tim KPU masukkan surat dinas terkait dan hingga (16/1/2018) dinas pendidikan DKI Jakarta tidak merespon.

"Untuk ijazah JR Saragih kita minta untuk dilengkapi kembali, karena tidak sesuai dengan regulasi. Kita beri waktu dari 18-20 Januari 2018, untuk kekurangan berkas segera dilengkapi. Baru pada (19/1/2018) JR Saragih memasukkan legalisir scan yang ditandatangani kepala dinas pendidikan Pemprov DKI Jakarta," ujar Mulia.

Baca: JR Saragih-Ance Menggugat, Bawaslu Pastikan Segera Periksa KPU Sumut

Lebih lanjut, Mulia menjelaskan bahwa surat yang disampaikan JR Saragih pada (19/1/2018) berbanding terbalik dengan surat yang disampaikan dinas pendidikan ke KPU.

Karena ternyata legalisir tidak pernah ditandatangani kepala dinas pendidikan.

"Saat Rapat Pleno penyerahan berita acara ke bakal calon gubernur, dan menetapkan calon gubernur, di situlah makanya kami KPU tidak bisa menetapkan pasangan JR-Ance. Karena ketentuan yang diminta legalisir ijizah tidak dapat dipenuhi. Itulah yang membuat KPU Sumut hanya menetapakan dua calon gubernur, yaitu Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus,“ pungkas Mulia.(*)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved