Sejak Dirujuk ke Rumah Sakit, Tersangka Korupsi Rigid Beton Hingga Kini Belum Ditahan

"Marwan pasaribu, kita‎ tetap melihat hasil rekam medisnya dulu untuk dilakukan penahanan. Kapannya nggak bisa kita prediksi, kita lihat nanti.

Sejak Dirujuk ke Rumah Sakit, Tersangka Korupsi Rigid Beton Hingga Kini Belum Ditahan
Tribun Medan / Azis
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Sibolga, Marwan Pasaribu yang juga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rigit jalan beton senilai Rp 65 miliar di Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2015 hingga kini belum menjalani penahanan.

Padahal dalam kasus ini 12 tersangka lainnya.

Yaitu Ketua Pokja, Rahman Siregar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)‎, Safaruddin Nasution beserta 10 orang rekanan Dinas PU sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjunggusta Medan. Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Adapun yang menjadi alasan penyidik tak menahan Marwan Pasaribu karena yang bersangkutan tengah mengalami sakit jantung.

"Marwan pasaribu, kita‎ tetap melihat hasil rekam medisnya dulu untuk dilakukan penahanan. Kapannya nggak bisa kita prediksi, kita lihat nanti. Apa lagi dia sakit bypass jantung," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Minggu (18/2/2018).

Baca: Larikan Sepeda Motor Milik Teman, Aan dan Yance Ditangkap Polisi

Sumanggar menegaskan penyidik dalam menangani kasus ini tidak pernah memberlakukan tebang pilih. Namun, bila kondisi tersangka berangsur membaik, maka penahanan bisa saja dilakukan.

"Kita lihat nanti, disini kita terus melakukan pengusutan kasus korupsinya hingga tuntas," sebut Sumanggar.

Untuk diketahui, penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Dinas PU Kota Sibolga, yang anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 senilai Rp 65 miliar dan diketahui merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar.

Adapun kesepuluh rekanan yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani penahanan. Yaitu, Jamaluddin Tanjung selaku direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza selaku direktur PT Enim Resco Utama.

Yusrilsyah selaku direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri, Pier Ferdinan Siregar selaku direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu selaku direktur PT Andhika Putra Perdana.

Kemudian Erwin Daniel Hutagalung selaku direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang selaku direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora selaku direktur PT Andika Putra Perdana.

Harisman Simatupang selaku wakil direktur CV Pandan Indah serta Batahansyah Sinaga selaku Dir VIII CV Pandan Indah.(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved