Gunung Sinabung Erupsi

Warga Tidak Berani Keluar Rumah akibat Tebaran Debu Gunung Sinabung

Erupsi yang terjadi kali ini menghebohkan warga tanah Karo, pasalnya, sudah cukup lama bergeming.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/M Fadli
Kondisi jalan di Singgamanik, Tanah Karo berdebu akibat erupsi Gunung Sinabung 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gunung Api Sinabung kembali menyemburkan erupsi dan awan panas. Erupsi ini cukup besar, dan merupakan yang terbesar semenjak 2013 hingga 2018 ini.

Erupsi terjadi pukul 08.45 WIB, pada Senin (19/02/2018).

Erupsi yang terjadi kali ini menghebohkan warga tanah Karo, pasalnya, sudah cukup lama bergeming. Baru kali ini lah terjadi erupsi sebesar ini.

Letusan abu vulkanik Gunung Sinabung terpantau dari Kabupaten Dairi, Senin (19/2/2018).
Letusan abu vulkanik Gunung Sinabung terpantau dari Kabupaten Dairi, Senin (19/2/2018). (TRIBUN-MEDAN.COM/Tommy Simatupang)

Baca: Waspada Awan Panas! Sejak Pagi Erupsi Sinabung Mencapai Jarak 5 Kilometer

Baca: Erupsi Dahsyat Gunung Sinabung Menakutkan, Abu Membumbung Tinggi Terlihat dari Dairi

"Hari ini letusannya beda, suaranya aja dengar sampai sini, padahal gak pernah sebelum nya suaranya terdengar sampai sini," ujar Aldy, warga desa Singgamanik, kecamatan Munte, kabupaten Karo.

Saat ini, warga desa Singgamanik memilih untuk berdiam diri di dalam rumah dikarenakan abu dari Erupsi Gunung Api Sinabung telah turun di daerah tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber data KESDM, Badan Geologi PVMBG Posts Pengamatan Gunung Api Sinabung, telah terjadi letusan gunungapi sinabung dengan tinggi kolom 5000 m. amp 120 mm dan lama gempa 607 detik. Jarak luncur sektoral selatan - tenggara 4900 meter dan sektoral tenggara - timur 3500 meter Angin lemah ke barat - Selatan.(cr3)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved