Gunung Sinabung Erupsi

BPBD Jelaskan Kondisi Teranyar Gunung Sinabung 

Pantauan BPBD, beberapa warga sempat panik akibat kuatnya suara letusan, kini sudah kembali ke rumah masing-masing.

Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/RISKY CAHYADI
Dua bocah melintasi desa yang terkena dampak debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, di Desa Gurukinayan, Karo, Sumatera Utara, Senin (19/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasca erupsi dahsyat yang terjadi kemarin, kondisi Gunung Api Sinabung saat ini terpantau sudah kondusif. Gunung yang berada di Kabupaten Karo tersebut, belum menunjukkan kembali aktifitas yang membahayakan.

“Saat ini BPBD masih berupaya membersihkan sisa-sisa abu vulkanik, bekerjasama dengan Polda Sumut, Dinas Pemadam Kebakaran dan warga sekitar. Hingga saat  ini belum ada erupsi kembali,"
Kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Martin Sitepu, saat dihubungi via telepon selular.

Pantauan BPBD, beberapa warga sempat panik akibat kuatnya suara letusan, kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Seperti di daerah Kecamatan Payung, Kutambaru dan Namanteran.

Baca: Ini Jawaban Kemenag terkait Dugaan Penipuan Travel Abutours

Baca: Polisi Meninggal Mendadak, Kompol Edward Belum Sempat Duduki Kursi Kantornya di Polres Siantar

“Mereka sempat menghindar dulu ke desa desa di sebelahnya. Mereka panik karena gemuruhnya cukup kuat," ucap Martin.

Akibat dari abu vulkanik, tanaman warga di delapan kecamatan terdampak erupsi dan masih tertutup abu vulkanik. Bahkan Ribuan hektar tanaman yang siap panen mengalami kerusakan yang cukup parah.

Perlu diketahui, Gunung Api Sinabung menyemburkan material vulkanik setinggi 5000 meter pada Senin (19/2/2018) sekitar pukul 08.54 WIB. Erupsi tersebut disebut-sebut sebagai yang tertinggi setelah beberapa waktu belakangan.

"Erupsi kemarin juga terjadi gempa vulkanik selama 607 detik. Untuk abu vulkanik. Jarak luncur hingga 4900 meter ke sektor selatan-tenggara dan 3500 meter ke sektor tenggara timur. Kita berharap tidak ada korban jiwa," pungkas Martin.(cr9/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved