NEWS VIDEO

WOW! Sihar Sitorus Beli Klub Sepakbola Divisi 3 Liga Belgia, Ini Alasannya

Anak kandung dari mendiang DL Sitorus ini, ternyata punya banyak klub sepakbola seperti Pro duta, Nusaina dan salah satu Klub Divisi 3 Liga Belgia.

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus punya sederet catatan yang cukup mencengangkan dalam dunia sepakbola Indonesia, sebelum memutuskan membeli salah satu Klub Divisi 3 Liga Belgia, pada tiga tahun silam.

Sihar merupakan salah satu tokoh dibalik bergeliatnya kembali sepakbola nasional.

Anak kandung dari mendiang DL Sitorus ini, ternyata punya banyak klub sepakbola seperti Pro duta, Nusaina dan salah satu Klub Divisi 3 Liga Belgia.

"Banyak orang yang beranggapan pasangan Djarot-Sihar, yang sedang maju di Pilgub Sumut. Jadi dibuat seakan-akan saya membeli klub sepakbola Belgia, seperti untuk menaikkan pamor," kata Sihar di Warkop Jurnalis, Rabu (21/2/2018).

“Sebenarnya klub Belgia ini sudah tiga tahun saya beli di bawah manajemen. Nama saya sengaja tidak saya cantumkan dalam kepemilikan klub. Tapi intinya kita bisa menggunakan klub ini sebagai wadah, bagi anak-anak pemain muda berbakat Indonesia, untuk batu loncatan ke panggung yang lebih besar," ungkapnya.

Baca: Ketimbang Lapor Polisi, Sihar Pilih Maafkan Pelaku yang Edit Fotonya Bersama Djarot

Sihar menjelaskan bahwa tujuan membeli klub luar agar bisa mengembangkan bakat pemain Indonesia. 

"Klasifikasi pemain yang kita cari tentunya pemain yang bisa bersaing dengan pemain yang kualitasnya lebih bagus. Tapi semua butuh tahapan, mungkin dua tahun dulu main di Liga yang kecil. Kalau memang bagus langsung lompat ke Liga satunya," jelas Sihar.

Terkait akan mencari bakat pemain muda Indonesia yang mumpuni untuk merumput di Liga 3 Belgia, Sihar mengatakan tidak ada yang instan langsung jadi.

Baca: Pemain Asing Asal Afganistan Sudah Latihan Bareng PSMS Medan, Begini Tanggapan Djanur

Untuk menjadi pemain yang andal butuh infrastruktur.

"Saat ini di Indonesia infrastruktur bisa dibilang minim. Lapangan ada, tapi untuk kualitas yang lebih sangat minim. Yang paling penting infrastruktur harus dibenahi, baru setelah itu anak-anak bisa berlatih dan setelahnya baru bisa dilihat mana yang berbakat untuk diorbitkan ke level nasional hingga luar negeri,“ pungkas Sihar.(*)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved