Suporter Cilik PSMS Jalan Kaki Nonton Ke Solo, Dapat Sepatu dan Jersey Amarzukih

Usianya masih 14 tahun. Tapi dia sudah berani ke kota orang hanya sendiri untuk menonton tim kebanggaanya PSMS Medan

Suporter Cilik PSMS Jalan Kaki Nonton Ke Solo, Dapat Sepatu dan Jersey Amarzukih
Gempar Siregar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ilham Fazrir Harahap

 TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usianya masih 14 tahun. Tapi dia sudah berani ke kota orang hanya sendiri untuk menonton tim kebanggaanya PSMS Medan.

Dari Medan ia rela berjalan kaki untuk menyaksikan laga PSMS pada Piala Presiden di Kota Solo beberapa waktu lalu.

Adalah Gempar Siregar. Suporter cilik yang rela meninggalkan orang tuanya diam-diam pergi ke kota orang untuk menyaksikan langsung laga PSMS pada babak semifinal Piala Presiden kemarin.

Bermodal nekat, Gempar mengawali niatnya pergi ke Solo dengan berjalan kaki. Dari Medan ia jalan kaki hingga ke Lubuk Pakam. Kemudian dari Lubuk Pakam ia mendapat tumpangan demi tumpangan. Hingga akhirnya sampai di Jakarta.

Selain bermodal nekat, Gempar juga tak memiliki uang banyak selama perjalanan. Ia hanya punya uang Rp 50 ribu. Dengan uang segitu, ia sadar tak akan cukup. Akhirnya ia pun memilih menjual handphone kesayangannya Iphone 4 seharga Rp 650 ribu. 50+650 itulah modalnya pergi ke kota orang.

 "Awalnya saya tidak punya uang mau ikut rombongan SMeCK Hooligan. Saya cuma punya uang 50 ribu tapi saya ingin berangkat. Mau enggak mau saya pergi saja sendiri. Ada uang saya 50 ribu terus saya jual lah hp itu. Uang itulah selama perjalanan saya ke sana," kata Gempar kepada Tribun Medan.

Perjuangan dia akhirnya enggak sia-sia. Gempar tiba di Jakarta dan bertemu dengan anggota SMeCK Hooligan. Di sana ia mendapat tumpangan lagi untuk berangkat ke Kota Solo.

Tiba di Solo, impiannya menyaksikan tim kebanggannya pun terbayar sudah. Siswa SMP Negeri 3 Medan itu sangat senang apalagi ketika melihat pemain idolanya Suhandi diturunkan.

"Saya senang sekali kemarin akhirnya bisa sampai di Stadion Manahan Solo. Orangtua saya sebenarnya enggak tahu saya pergi. Waktu di Jakarta baru saya kasih tahu. Jadi mau gimana lagi, dia juga rela saya pergi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved