Transformasi BPD Bertujuan Perkuat BPD

Transformasi Bank Pemerintah Daerah (BPD) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) antara lain tujuannya adalah memperkuat BPD

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Ismail
TRIBUN MEDAN/RISKY
Bank Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Transformasi Bank Pemerintah Daerah (BPD) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) antara lain tujuannya adalah memperkuat BPD sebagai bank yang merupakan milik daerah.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pengawasan Bank OJK Kantor Regional V Sumatera, Anton Purba saat ditemui Tribun beberapa waktu lalu

“OJK menilai BPD harus diperkuat karena memang jika melihat sejarahnya, BPD dimaksudkan untuk membantu pertumbuhan ekonomi di daerah. Sehingga dengan adanya peran yang lebih dari BPD dalam rangka mendukung pembangunan di daerah setempat,” ujarnya.

Baca: Lebih Mudah Dan Praktis dengan New SMS Banking Bank Sumut

Ia menerangkan, terkait dengan program transformasi BPD, maka dengan program tersebut BPD akan memiliki kompetitif plus yang lebih baik karena saat ini juga terus terang, bahwa bank-bank dari luar daerah juga cukup banyak yang sudah masuk ke provinsi-provinsi terutama Sumatera Utara dan Kota Medan.

“Oleh karena itu, melalui program ini yang pertama harus ada daya saing yang kuat. Yang kedua dari sisi permodalan. Melalui program ini, OJK mengharapkan bahwa pemegang saham yang adalah pemerintah daerah akan memberikan atensi yang lebih tinggi,” terangnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya penguatan modal tersebut, OJK mengharapkan BPD akan memiliki kemampuan yang lebih lagi.

Baca: Bisa Kembangkan Usaha dari Kredit Bank Sumut

“Yang ketiga adalah dengan adanya kompetitif plus pertumbuhan permodalan maka kita harapkan BPD akan memiliki kesinambungan usaha yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menuturkan, melalui program transfortasi tersebut, BPD bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kebutuhan daerah.

“OJK sebagai otoritas mengharapkan BPD memiliki peran yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, terhadap pembiayaan-pembiayaan proyek yang ada di daerah. Baik itu ditingkat provinsi maupun setiap kabupaten karena BPD pada umumnya memiliki kantor di setiap kabupaten bahkan sampai ke level kecamatan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, hal tersebutlah gambaran secara umum mengapa OJK mendorong munculnya program transformasi BPD tersebut.

“Untuk produk, secara umum produk-produk yang ada di BPD sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu produk yang dimiliki oleh BPD pada umumnya adalah kredit pada pegawai. Nah ini sebetulnya juga merupakan salah satu produk unggulan yang selama ini oleh seluruh BPD di Indonesia menjadi daya tarik utama,” sebutnya.

Baca: Bank Sumut Terus Ekspansi ke Daerah

Ia menjelaskan, kemudian dari sisi kredit atau pembiayaan, karena Bank Sumut juga sudah memiliki Unit Usaha Syariah dari sisi produk juga sudah cukup lengkap, artinya, dibutuhkan masyarakat sudah dapat dipenuhi oleh BPD, baik dari sisi kredit, apakah itu kredit untuk pembiayaan proyek pemerintah yang dikenal dengan kredit SPK.

“Bank Sumut kan sudah memilikiproduk untuk kredit mikro Sahabat Insan Pengusaha Pemuda (SIPP) yang dengan suku bunga 6,9 persen,” jelasnya.

Ia mengatakan, di samping itu, Bank Sumut juga merupakan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Jadi artinya dari sisi produk, BPD sudah cukup memiliki produk yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.(pra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved