Breaking News:

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Akui Ada Guru yang Pukul Siswa, Begini Kronologi Lengkapnya

Ia mengatakan pihaknya sangat heran dengan Nestor kenapa tidak bisa menahan emosinya ketika menghadapi siswa yang bandel seperti JM.

Penulis: akb lama |
Tribun Medan/Array
JM (kiri) siswa SMA di Nias Selatan yang jadi korban kekerasan guru sekolah 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Amandraya Nias Selatan, Faatulowa'a Halawa mengatakan pihaknya mengakui ada terjadi pemukulan di sekolah SMA Negeri 1 Amandraya.

Pemukulan dilakukan oleh guru TIK bernama Nestor Halawa terhadap JM pada Sabtu (19/8/2017) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

"Ia benar terjadi pemukulan di sekolah ini. Buat apa kita tutup-tutupi kalau memang benar kejadiannya. Saya sudah bertahun-tahun menjadi kepala sekolah tapi baru kali ini saya mengetahui ada guru yang memukul siswa," kata Faatulowa'a Halawa saat dihubungi melalui selularnya, Rabu (28/2/2018).

Ia mengatakan pihaknya sangat heran dengan Nestor kenapa tidak bisa menahan emosinya ketika menghadapi siswa yang bandel seperti JM.

Baca: Gara-gara Dipukuli Gurunya, Siswa Ini Trauma dan Sering Mengeluh Sakit Kepala

"Jadi begini, sebenarnya kejadiannya itu berawal ketika si JM yang tidak mau masuk ke lokalnya sementara bel tanda istirahat kedua sudah berakhir. Sudah dibilang untuk masuk kelas, si JM malah melawan. Langsung si guru memegang tangan JM untuk menyuruhnya masuk ke kelas. Terus siswa tersebut malah bilang ke gurunya ini pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Si guru pun langsung naik pitam," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 seraya menyatakan dirinya mendapat informasi saat berbicara dengan Nestor Halawa.

Lantas, kata Faatulowa'a Halawa, pihaknya langsung marah ketika Nestor berbicara mengenai kasus pemukulan yang ia lakukan terhadap muridnya sendiri.

"Memang saat itu, bukan jam si Nestor untuk mengajar di kelas JM. Hanya saja, bel tanda masuk sudah berbunyi Jurdil masih diluar kelas. Makanya dia sebagai guru menyuruh si Jurdil untuk masuk ke kelas," katanya.

Diakui Kepala Sekolah, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di sekolah karena sedang berada di Kantor Gubernur Sumut karena ada urusan tentang pendidikan.

Baca: Kena Pukul Guru, Siswa SMA Ini Sering Kejang dan Alami Gangguan Pendengaran

"Saya sudah memarahi dan memberikan hukuman kepada Nestor guru yang memukul siswanya itu. Saya kurangi jam mengajarnya. Biasanya dia 18 jam sekarang menjadi 7 jam waktu dia mengajar di sekolah ini,"ujarnya.

Ia mengaku, pihak sekolah sudah menyuruh Nestar untuk membiayai semua biaya perobatan bagi JM dan sekolah juga sudah memediasi agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sudah, kita sudah memediasi agar mereka berdamai dan si Nestar juga sudah mau membiayai semua perobatan si JM. Namun kalau terlalu mahal, pasti si Nestar akan meminta pengurangan dana. Tapi tetap saja hal itu tidak terwujud. Jadi jangan dibilang pihak sekolah lepas tangan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved