Berita Eksklusif

7 Fakta Rumitnya Urus IMB, Dari Alasan Oknum ASN untuk Pungli, Hingga Melibatkan Jasa Calo!

Mereka cerdik, tidak akan mau memakai kuitansi pembayaran, bila pakai kuitansi habis mereka. Begitulah kondisinya...

7 Fakta Rumitnya Urus IMB, Dari Alasan Oknum ASN untuk Pungli, Hingga Melibatkan Jasa Calo!
Tribun Medan

TRIBUN-MEDAN.COM - "Mereka cerdik, tidak akan mau memakai kuitansi pembayaran, bila pakai kuitansi habis mereka. Begitulah kondisinya, saya tidak bisa banyak cerita ini, sudah rahasia umum."

Demikian penuturan NN, pengusaha properti asal Kota Medan, Sumatera Utara, kepada Harian Tribun Medan/Online Tribun-Medan.com pekan lalu, yang meminta agar identitasnya dirahasiakan. 

Praktik pungutan liar dalam pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) sangat dirasakan kalangan pengusaha properti. Namun hal itu sulit dihindari. Sebab proses pengurusan memakan waktu lama, bisa sampai 6 bulan.

NN menceritakan, pada umumnya tarif IMB resmi untuk membangun satu unit rumah toko (ruko) mencapai Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Besaran tarif disesuaikan dengan zonasi wilayah.

Selain itu, kebanyakan tarif IMB yang berada di kawasan perkotaan, yang letaknya tak jauh dari pusat perniagaan, berkisar Rp 15 juta untuk satu unit gedung.

Namun, tak jarang pengusaha properti mengeluarkan uang berkali lipat sekadar mendapatkan IMB.

"Biasanya pungli dua hingga tiga kali lipat dari biaya pengurusan resmi. Misalnya biaya pengurusan IMB resminya Rp 5 juta tapi pemohon harus membayar Rp 10 juta atau Rp 15 juta," katanya.

Berikut 7 fakta yang dirangkum Tribun-Medan.com soal rumitnya pengurusan IMB hingga munculnya pungli dan terpaksa menggunakan jasa calo.

1. Alasan oknum untuk memalak uang yang Ingin mengurus IMB

Berbagai alasan pun diberikan para oknum ASN dinas kepada warga yang ingin mengurus surat izin mendirikan bangunan (IMB). Disebutkan ada tiga alasan, antara lain; 1). Permohonan IMB akan ditolak, 2). Akan ada pencabutan IMB oleh dinas terkait, 3). Bangunan akan dibongkar. 

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved