Breaking News:

Bertemu Keluarga Siswa Korban Penganiayaan Guru, Kapolres Nisel Akan Lakukan Penyidikan Ulang

Ia mengaku baru mengetahui bahwa kejadian pemukulan yang dialami JM berawal sejak Agustus 2018 silam.

Penulis: akb lama |
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat berada di satu tempat makan di Jalan Multatuli Medan, Rabu (7/3/2018) 

Baca: Kena Pukul Guru, Siswa SMA Ini Sering Kejang dan Alami Gangguan Pendengaran

Dikatakannya ia baru mengetahui ternyata banyak rumah sakit yang dilalui JM.

Kalau begini, kata Faisal, panjang ceritanya.

"Karena ia harus mencari informasi mulai dari Puskesmas sampai ke RS Murni Teguh. Saya pikir cuma dari Puskesmas baru ke Murni Teguh,"ujarnya.

Maka dari itu, katanya, yang perlu diingat dalam penanganan kasus ini, Polres Nisel tidak ada keberpihakan terhadap tersangka.

Baca: JM, Siswa Korban Pemukulan Guru Sudah Dioperasi Dua Minggu Lalu

"Kita juga tidak kenal siapa tersangka atau guru yang melakukan pemukulan kepada JM. Jadi saya sangat heran kenapa di media seolah-olah kita ada keberpihakan kepada tersangka yang berujung proses atau penanganan kasusnya lama. Tidak ada itu,"katanya.

Jadi, kata Faisal, ia berjanji akan mengungkap kasus pemukulan ini dan dirinya akan melakukan penyelidikan ulang.

"Tahap awal, kita akan mencari keterangan dari semua rumah sakit yang pernah dilalui korban. Kita akan menemukan jawabannya setelah kita mendapat informasi dari RS Murni Teguh," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved