Pilgub Sumut

Ibu-ibu Aisyiyah Hanya Ingat Cagub-cawagub Nomor Satu

"Nomor urut satu pak Edy Rahmayadi dengan pak Ijeck, nomor dua tidak ingat, nomor tiga pun tidak ingat siapa yang jadi calonnya," ujar Cholisani.

Penulis: Muhammad Nasrul |
Tribun Medan/M Nasrul
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Kopeah putih) foto bersama dengan ibu-ibu yang tergabung di organisasi Aisyiyah, di Aula Panti Asuhan Putri Aisyiyah, Jalan Santun, Medan, Kamis (8/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dari tiga pasangan calon yang akan bertanding di Pilgub Sumut 2018, namun ibu-ibu yang tergabung di organisasi Aisyiyah mengaku hanya mengenal pasangan nomor urut satu.

Hal tersebut dikatakan oleh PD Aisyiyah Kota Medan Cholisani, saat konsolidasi seluruh cabang Aisyiyah se Kota Medan, di Aula Panti Asuhan Putri Aisyiyah, Jalan Santun, Medan, Kamis (8/3/2018).

"Nomor urut satu pak Edy Rahmayadi dengan pak Ijeck, nomor dua tidak ingat, nomor tiga pun tidak ingat siapa yang jadi calonnya," ujar Cholisani.

Ia juga mengatakan, pasangan Edy-Ijeck Merupakan kombinasi yang pas. Dengan sikap tegas Edy Rahmayadi, dan dipadu berbagai pengalaman kepemimpinan dari Musa Rajekshah, ia yakin pasangan Eramas mampu membawa Sumut lebih baik.

Baca: Berencana Lakukan Aksi Damai Antikorupsi, Rudi Napitupulu Diserang Preman Tengah Malam

"Seperti yang kita ketahui, pak Ijeck merupakan tokoh muda yang punya bakat banyak. Mulai dari ketua yayasan haji Anif dan ketua PMI Medan, serta aktif di organisasi lainnya," katanya.

Sementara Musa Rajekshah, yang diundang ke acara tersebut, mengatakan perkumpulan ini sangat bagus. Ia juga mengungkapkan salut terhadap kekompakan Aisyiah Kota Medan. 

"Tulus ikhlas untuk organisasi karena tanpa berbuat pamrih. Saya bersyukur bisa ketemu para orangtua kami di konsolidasi Aisyiah ini," ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia menceritakan selama kunjungan kerja, banyak menemukan sosok-sosok wanita tangguh. Dengan banyaknya wanita yang juga melakoni pekerjaan laki-laki.

"Mengurus rumahtangga misalnya. Kalau sampai laki-laki mengurusi dapur maka kacau. Seperti ibu-ibu Aisyiyah ini, sudah mengurus dapur masih peduli terhadap organisasi sosial," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved