Awalnya Bosan Bekerja ke Luar Kota, Sutriani Buka Usaha Kuliner

Awal mula untuk membuka usaha kuliner ini karena bosan bekerja, apalagi selama bekerja saya sering keluar kota

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/ Ayu Prasandi
Sutriani memperlihatkan menu Ayam Bakar Bumbu Rujak. 

 Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

 TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Tak memiliki waktu lebih banyak dan selalu disibukkan dengan pekerjaan menjadi alasan Sutriani kemudian memilih menjalankan usaha. Iapun kemudian membuka usaha yang diberinama Ayam Bakar Bumbu Rujak.

 “Jadi awal mula untuk membuka usaha kuliner ini karena bosan bekerja, apalagi selama bekerja saya sering keluar kota sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga dan juga untuk diri,” ujar wanita kelahiran 9 Oktober 1989 ini saat ditemui Tribun di tempat usahanya yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Kamis (15/3/2018).

 Istri dari Agus Perdana ini kemudian belajar bagaimana cara memasak nasi ayam bakar bumbu rujak, mulai dari belajar melalui internet sampai belajar memasak dengan orang-orang yang berpengalaman.

Baca: Kebiasaan Djarot, Setiap Gajian Sisihkan Uang untuk Beli Buku di Awal Bulan

Baca: Cagub Djarot Siapkan Rencana Benahi Pasar Usai Kunjungi Aksara

 “Kenapa memilih menggeluti dunia kuliner dan memilih menyajikan nasi ayam bakar bumbu rujak karena saya hobi makan dan waktu berkunjung ke Jakarta pernah mencoba menu tersebut di salah satu tempat makan di sana,” tutur wanita yang memiliki hobi traveling ini.

 Ia kemudian berpikir untuk menyajikan makanan dengan menu yang sama di Kota Medan. Karena memang menu tersebut saat itu masih bisa dibilang belum terlalu banyak di Medan.

 “Kayaknya kalau dihadirkan di Medan menarik dan memang berbeda karena masih jarang apalagi dengan konsep kaki lima,” ungkapnya.

Saat sudah merasa bisa membuat menu makanan tersebut, di tahun 2016 kemudian ia memberanikan diri membuka tempat untuk jualan.

“Awalnya sih merasa tidak percaya diri, lalu saat mempromosikannya ke teman-teman terdekat dan juga kekeluarga ternyata mendapat respon yang positif dan juga banyak yang senang lalu mulailah percaya diri,” terangnya.

 Respon positif tersebut semakin terlihat ketika ia bergabung dengan layanan gofood di salah satu aplikasi ojek online. Dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 10 hingga 15 kilogram daging ayam.

“Bagi saya dalam menjalankan usaha apalagi usaha kuliner yang perlu dipertahankan adalah kualitas produk dan kualitas rasa,” tuturnya.

Ia berharap, ke depannya bisa semakin meningkatkan kualitas dan juga menghadirkan cabang di tempat lain lagi sehingga bisa menjangkau lebih banyak konsumen lagi, terutama yang senang dengan makanan Jawa seperti Nasi Ayam Bakar Bumbu Rujak.(pra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved