ALAMAK! Remaja Putus Sekolah Nekat Rudapaksa Murid SD

Aksi bejat AW ketahuan pihak keluarga korban. Keluarga bunga pun geram hingga berujung memukuli pelaku hingga matanya luka lebam.

ALAMAK! Remaja Putus Sekolah Nekat Rudapaksa Murid SD
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
AW diarak petugas polisi larena diduga merudapksa bocah SD berusia 10 tahun, Rabu (21/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Seorang remaja, AW (16) warga asal kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah diarak ke Polres Siantar setelah kedapatan merudapaksa bocah kelas V SD berusia 10 tahun warga Jalan Melanton Kecamatan Siantar Marihat.

Korban adalah adalah adik dari tauke tempat AW bekerja.

Aksi bejat AW ketahuan pihak keluarga korban. Keluarga bunga pun geram hingga berujung memukuli pelaku hingga matanya luka lebam.

AW pun diserahkan ke Polres Siantar dan korban dibawa dibawa ke RSUD Djasamen Saragih setelah datang ke Polres Siantar membuat laporan, Rabu (21/3/2018)

Terakhir kali AW merudapaksa korbannya diketahui di kamar mandi rumah taukenya, tempat tinggal pelaku AW, tinggal sekaligus tempatnya kerja bertenun ulos, pada hari Selasa (20/0318) sekira pukul 16.30 WIB.

Baca: Kecewa Soal Perhatian Pemprov Sumut, Kadis Pariwisata: Kita Tak Ingin FDT Asal-asalan

AW tak mengakui perbuatan asusilanya, ditanyai di ruangan unit Tipiter Sat Reskrim Polres Siantar, AW mengaku sudah tiga kali menrudapaksa korban. Setiap kali beraksi AW mengamcam korban agar tidak membeberkan kepada pihak keluarga.

"Aku mengancam agar dia tidak memberitahukan kepada keluarganya. Kubuat gitu saat pekerja tenun ulos lainnya tengah sibuk bekerja. Sudah 3 kali dia aku cabuli. Pertama di dapur, kedua dan ketiga di kamar mandi," ungkap AW.

AW mengakui nekad berulangkali lakukan rudapaksa karena ketagihan dan tidak diketahui pihak keluarga korban. Latanya, saat di dapur korban dicabuli dengan kondisi berdiri, saat itu ramai pekerja tenun, namun sibuk bekerja.

"Pas di dapur ramai orang, berdiri kucabuli dia di dapur rumah bang," terang AW.

Bak pepatah, sepdandai-pandainya tupai melompat ada kalanya akhirnya jatuh juga. Begitulah yang dialami AW. Aksi asusilanya akhirnya ketahuan juga oleh pihak keluarga. Saat itu AW merudapaksa korban di kamar mandi dalam keadaan berdiri.

"Ketahuan pas di kamar mandi. Tapi enggak pernah aku menonton film bokep. Gak semuanya (Alat kelamin) kumasukkan waktu mencabuli. Baru enam bulan kerja bertenun ulos," katanya.

Kapolres Siantar AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Resbon Gultom, membenarkan telah mengamankan pelaku AW. Saat ini AW ditahan untuk pemeriksaan lanjut.

"Sejauh ini pihak korban telah mebuat laporan pengaduan, dan korbannya sedang dibawa visum. Pelaku AW masih di periksa," jelasnya.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved