Breaking News:

Festival Danau Toba

Kecewa Soal Perhatian Pemprov Sumut, Kadis Pariwisata: Kita Tak Ingin FDT Asal-asalan

Kabupaten Dairi untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah FDT akan berlangsung pada bulan Desember 2018.

Penulis: Tommy Simatupang |
Tribun Medan/Tommy
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Leonardus Sihotang, Selasa (31/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Festival Danau Toba (FDT) tahun 2018 akan digelar di Kecamatan Silalahisabungan, Kabupaten Dairi.

Kabupaten Dairi untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah FDT akan berlangsung pada bulan Desember 2018.

Pemerintah Kabupaten Dairi pun telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk festival tersebut.

Festival terbesar Sumatera Utara ini tampaknya kurang dapat perhatian dari Provinsi Sumut. Bahkan, terkesan tak peduli tentang kualitas festival tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Leonardus Sihotang mengatakan kecewa dengan perhatian Pemprov dan pusat.

Baca: Inilah Lima Jaksa Kejati yang Akan Tangani Kasus JR Saragih

Katanya, hingga saat ini tanggapan pemrov mau pun pusat sama sekali tidak ada.

Ia berharap FDT tidak berlangsung seperti yang dahulu, karena tidak meninggalkan kesan bagi pengunjung. Bahkan, kualitas festival sudah menurun.

"Seharusnya di Januari kami sudah kordinasi. Untuk membuat Festival yang besar, kita perlu perencanaan yang matang. Kadang saya bertanya, jadi atau tidak FDT di Kabupaten Dairi,"kata Leonardus, Rabu (21/3/2018).

Untuk mewujudkan FDT yang berbeda dari sebelumnya, kata Leonardus perlu kordinasi untuk pembangunan sekitaran Danau Toba. Apalagi sampai saat ini, keramba ikan masih banyak bertumpuk di kecamatan tersebut.

"Kalau asal-asalan lebih baik tidak usah. Kita ingin yang berbeda dan terbaik. Jangan nanti buru-buru dan hasilnya asal-asalan. Sampai saat ini kami belum tahu lokasi-lokasi ya di mana saja," tambahnya.

Baca: Elisa Marbun: FDT Berlangsung Luar Biasa

Leonardus juga menilai jika kordinasi berjalan dengan cepat, Pemkab dapat menggencarkan publikasi dengan konsep yang lebih matang.

"Kita kan inginnya anti mainstream. Bukan seperti yang kemarin-kemarin itu, gak menarik dan biasa-biasa saja. Ini kan anggarannya besar, kita perlu konsep yang betul-betul menarik," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved