Edisi Cetak Tribun Medan

Banyak Ikan Putih yang Mati di Danau Toba, Walhi Minta Pemerintah Cek Kualitas Air

Pengurus Walhi Sumut Ari mengatakan, pemerintah harus memeriksa kualitas air di kawasan Danau Toba yang kotor. Bahkan, ada dugaan sudah tercemar

Banyak Ikan Putih yang Mati di Danau Toba, Walhi Minta Pemerintah Cek Kualitas Air
Warga Pinggiran Danau Toba saat memancing di Danau Toba, Jumat (17/11/2017). Warga mengeluh kerena ikan endemik sudah jarang ditemukan di Danau Toba. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan kroscek perusahaan-perusahaan di sekitar Danau Toba. Pasalnya, ikan di perairan Danau Toba bermatian.

Pengurus Walhi Sumut Ari mengatakan, pemerintah harus memeriksa kualitas air di kawasan Danau Toba yang kotor. Bahkan, ada dugaan sudah tercemar limbah.

"Kemarin, saya mendapat kabar banyak ikan putih yang mati. Biasanya ikan-ikan itu menghiasi danau. Seharusnya, kualitas air harus diperhatikan. Air tidak boleh tercemar di sana. Dinas Lingkungan Hidup harus kroscek perusahaan di sekitar danau," ujarnya saat berkunjung ke Kantor Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Kamis (22/3).

Menurutnya, pencemaran, yang diduga dari perusahaan-perusahaan di sekitar Danau Toba, mengakibatkan banyak ikan mati.

Lebih lanjut, ia menegaskan ada dugaan air Danau Toba sudah tercemar. Jika dibiarkan, lanjutnya, akan berdampak pada kehidupan masyarakat.

Baca: Pangdam Baru Perintahkan Prajurit Bersikap Netral dalam Pilkada

Sebelumnya, Tribun Medan/Tribun-Medan.com memberitakan sejak Februari 2018 hingga awal Maret 2018, ribuan ikan kaca-kaca di Perairan Danau Toba Silalahi mati. Temuan Tribun, ribuan ikan mengambang dari Desa Tongging hingga Paropo, Dairi.

Biasaya, ikan kaca-kaca berukuran kecil putih menghiasi pinggiran Danau Toba, sehingga warga terkejut banyak ikan mati. Sebagian warga menuding, buruknya kualitas air sebagai faktor utama ikan di Danau Toba mati.

"Mungkin akibat penggunaan pelet yang berlebihan dari pemilik keramba apung. Tapi, bisa juga kekurangan oksigen," ujar seorang warga, Toga Muda Sagala.

Memang, warga tidak mengonsumsi ikan kaca-kaca. Namun, akibat kematian ribuan ikan itu warga khawatir berpengaruh terhadap ikan nila, mujair dan ikan mas yang diternak warga. Kemudian, ia berujar, air Danau Toba sudah bau. Akibatnya, warga tidak bisa berenang.

Halaman
12
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved