Edisi Cetak Harian Tribun Medan

Pangdam Baru Perintahkan Prajurit Bersikap Netral dalam Pilkada

Prajurit dilarang berpolitik praktis, tidak boleh memilih atau memihak satu pasangan kandidat, sekalipun memiliki latar belakang TNI.

Pangdam Baru Perintahkan Prajurit Bersikap Netral dalam Pilkada
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo (kanan) salam komando dengan mantan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Somantri (kiri) pada serah terima jabatan Pangdam di Makodam I/Bukit Barisan Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018). Mayjen TNI Cucu Somantri selanjutkan menjabat sebagai staf khusus KSAD. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo memerintahkan semua anggota Tentara Nasional Indonesia dan aparatur sipil negara di lingkungan Kodam I/BB agar netral dalam Pilkada Serentak 2018.

Prajurit dilarang berpolitik praktis, tidak boleh memilih atau memihak satu pasangan kandidat, sekalipun memiliki latar belakang TNI.

"Saya tegaskan, meskipun ada calon yang berasal dari purnawirawan TNI dan pernah menjabat Pangdam, dalam pelaksanaan Pilkada, seluruh prajurit Kodam I/BB saya pastikan netral. Kita tidak ada dukungan. Karena tentara tidak berpolitik praktis," kata Mayjen TNI Ibnu Triwidodo saat menyampaikan amat pada upacara serah terima jabatan Panglima Kodam I/BB digelar di halaman Markas Kodam I/BB Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (23/3) pagi.

Pangdam I/BB sebelumnya, Mayjen TNI Cucu Somantri diserahterimakan kepada Mayjen TNI Ibnu Triwidodo. Ibnu mengatakan, keamanan dan netralitas merupakan harga mati. Kenetralitasan ini diatur dalam undang-undang.

Baca: TONTON LIVE STREAMING Bali United vs PSMS Medan, Tim Promosi Ingin Curi Poin dari Kandidat Juara

"Persaingan politik dapat memunculkan konflik kepentingan yang berpotensi menjadi konflik sosial. Jangan sampai ini terjadi di daerah wilayah Kodam I/BB," kata Ibnu.

Penegasan agar anggota TNI bersikap netal sesuai dengan amanat konstitusi, yang melarang prajurit berpolitik praktis, dan tidak memiliki hak pilih dalam Pemilu maupun Pilkada. Kemudian sesuai dengan amanat keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Nomor Kep/231/III/2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Selain menjaga kenetralan, kata Ibnu, Kodam I/BB juga akan membantu jajaran kepolisian untuk mengamankan jalannya Pilkada.

"Kini sudah memasuki tahapan kampanye. Saya selaku Pangdam akan menjaga netralitas TNI di wilayah yang menjadi tanggung jawab sesuai perintah Panglima TNI," kata Ibnu.

Ia menjamin prajurit Kodam I/BB akan netral meski terdapat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 yang berasal dari kalangan TNI.

Halaman
123
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved