Soal Ikan Sarden, Dinkes Imbau Masyarakat Jeli Membeli Ikan Kalengan

Selain temuan sarden bercacing di merk tertentu, pihaknya juga menduga jika ada temuan produk makanan yang tak layak

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Urat Simanjuntak 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pematangsiantar memberi imbauan kepada masyarakat terkait ditemukan ikan makarel dalam bentuk kemasan kaleng (sarden) produk impor yang mengamdung cacing, yang ditemukan di Riau. Masyarakat diminta lebih jeli dan selektif membeli produk ikan sarden.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan SDM Dinas Kesehatan Kota Siantar Urat H Simanjuntak mengatakan telah mengetahui temuan di Pekanbaru yang sudah membuat masyarakat menjadi resah. Pihak Dinkes Siantar saat ini menunggu rilis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan penindakan.

"Iya kita sudah tahu itu ada temuan di Pekanbaru. Kita menunggu rilis dari BPPOM. Untuk masyarakat sebelum mengonsumsi itu dibaca dulu baik-baik prosedurnya," ujarnya, Selasa (27/3/18).

Baca: Pendukung JR- Ance Kecewa, Hotlan: Partai Demokrat tak Serius Menopang Perjuangan JR Saragih

Baca: Mau Nonton PSMS vs Bhayangkara di Stadion Teladan? Segini Harga Tiketnya

Urat H Simanjuntak mengatakan, tetap melakukan pengawasan. Katanya, kepada masyarakat sebagai pengguna bahan makanan ikuti prosedural yang dicantumkan pada produk.

"Masyarakat kalau prinsipnya harus dimasak sampai mendidih ya harus mendidih dan itu untuk pencegahan kita. Ini kan masih temuan, mungkin makana itu tercemar dan tidak mungkin kita menghakimi sepihak, makanya kita menunggu hasil dari BPOM. Setelah mereka melakukan uji di lab dan hasil uji itu lah yang mereka tuangkan di berita acara dan disebarkan keseluruh Indonesia," jelas Urat H Simanjuntak.

Urat H Simanjuntak menegaskan tidak berani mengambil tindakan tergesa-gesa menindak dan menarik peredaran ikan sarden. Selain temuan sarden bercacing ada di merk tertentu, pihaknya juga menduga jika ada temuan produk makanan yang tak layak bisa jadi karena prosedural penyimpanan dan pemasaran yang tidak sesuai.(Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved