Pengusaha e-KTP Didakwa Suap Setya Novanto Rp 100 Miliar, yang Dikembalikan Baru Rp 5 Miliar

"Saya siap ikut aturan mainnya," kata jaksa mengulang perkataan Anang kepada Andi Narogong, Paulus Tannos, dan Isnu Edhi Wijaya.

Pengusaha e-KTP Didakwa Suap Setya Novanto Rp 100 Miliar, yang Dikembalikan Baru Rp 5 Miliar
dok
Anang Sugiana, pengusaha konsorsium e-KTP 

TRIBUN-MEDAN.COM - Anang Sugiana, Direktur Utama PT Quadra Solution, didakwa menyuap politikus Partai Golkar, Setya Novanto alias Setnov, sebesar US$7,3 juta atau sekitar Rp 100 miliar pada proyek pengadaan KTP elektronik.

Anang disebut menyuap Setnov bersama Johannes Marliem—perwakilan perusahaan penyedia alat biometrik e-KTP, PT Biomorf Lone Indonesia, yang tewas di Amerika Serikat tahun 2017.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/03), jaksa juga mendakwa Anang mengambil keuntungan ilegal sebesar Rp79 miliar untuk Quadra Solution dari pengadaan e-KTP.

Jaksa KPK menyatakan, sejak awal Anang telah berkomitmen untuk menyuap sejumlah pejabat negara yang memegang proyek itu.

"Saya siap ikut aturan mainnya," kata jaksa mengulang perkataan Anang kepada Andi Narogong, Paulus Tannos, dan Isnu Edhi Wijaya.

Paulus adalah Direktur Utama PT Sandipala, sementara Andi merupakan pengusaha yang turut mengarsiteki proyek e-KTP.

Adapun, Isnu adalah Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Konsorsium itu beranggotakan Sandipala, Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Len Industri.

Setya Novanto duduk di kursi pengunjung sidang di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/1/2018).
Setya Novanto duduk di kursi pengunjung sidang di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/1/2018). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Komitmen Anang sebelum bergabung dengan konsorsium itu, selain menyuap Setnov, kata jaksa, juga untuk memberi komitmen fee 5% kepada sejumlah anggota DPR dan 5% bagi pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Menurut jaksa, Anang bersama Johannes Marliem menyerahkan uang kepasa Setnov melalui Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi.

Made adalah pemilik OEM Investment Pte. Ltd, sedangkan Irvanto adalah Direktur Konsorsium Murakabi Sejahtera yang dibuat Andi Narogong untuk memuluskan 'proyek bagi-bagi uang' dari dan kepada Konsorsium PNRI.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved