Korupsi e KTP

Soal E-KTP Ini Ketegasan Jokowi, Hingga Wapres JK Yakin Puan & Pramono tak Terima Uang Korupsi e-KTP

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai keterangan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto

Soal E-KTP Ini Ketegasan Jokowi, Hingga Wapres JK Yakin Puan & Pramono tak Terima Uang Korupsi e-KTP
Tribun Medan
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai keterangan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto yang menyebut dua nama menteri dalam Pemerintahan Jokowi itu tidak benar.

JK beralasan keterangan mantan ketua umum Partai Golkar itu telah dibantah oleh saksi Made Oka Masagung, yang juga kerabat dekat dekat Setnov itu.

"Jadi soal uang-uang (aliran e-KTP), itu tidak benar," ucap JK di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Made Oka mengaku tidak pernah memberikan uang masing-masing 500 US Dollar kepada dua menteri Pemerintahan Jokowi yakni Puan Maharani dan Pramono Anung.

"Kan sudah dibantah oleh Made Oka. Sedangkan Novanto mengatakan yang mengatur itu Oka, Oka membantah," kata JK.

Sebelumnya, di persidangan tindak pidana korupsi pada Kamis (22/3) lalu, Setya Novanto dengan suara sesenggukan menyebutkan dua nama elit PDI Perjuangan Puan Maharani dan Pramono Anung sebagai penerima dana e KTP.

Di hari yang sama keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo juga membantah pernyataan pamannya yang menyebut pemberian sejumlah uang kepada sejumlah anggota DPR.

Irvanto mengaku hanya ingat bahwa Andi Narogong pernah menjanjikan paket pekerjaan terkait eKTP yang menurutnya tak pernah terealisasi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) La Ode Muhammad Syarif mengendus keanehan-keanehan dalam keterangan yang disampaikan Setya Novanto di sidang kasus korupsi KTP-Elektronik (KTP-elektronik). 

Yang perlu dicatat dengan baik adalah Setya Novanto menyebut banyak keterlibatan orang lain tetapi dia tidak mengakui apa yang dia kerjakan sendiri.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved