Terlindung UU MD3, Anggota DPRD Perengut Nyawa Tukang Ojek Belum Bisa Diperiksa Polisi

Tiga hari pasca peristiwa itu, Jimy G Sitanala belum juga diperiksa polisi.

Jimy Sitanala dan mobilnya yang menabrak tukang ojek sampai tewas. 

TRIBUN-MEDAN.com-Terjadi kecelakaan yang terjadi di Jalan Sisingamangraja, Kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku, Minggu (25/3/2018).

Kejadian nahas bermula saat korban yang merupakan tukang ojek sedang mengendarai sepeda motornya dengan nomor polisi DE 3716XX, namun dari arah berlawanan ada Honda Brio yang dikemudikan Jimy G Sitanala, anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, dengan kecepatan tinggi.

Mobil itu menabrak Fredy dan menyeret tubuhnya sejauh 25 meter. Fredy tewas di tempat.

Tiga hari pasca peristiwa itu, Jimy belum juga diperiksa polisi.

Polisi mengaku terbentur Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3).

Kepolisian mengaku belum mengirimkan surat meminta izin untuk pemeriksaan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Oleh karenanya, Jimy yang merupakan anggota Fraksi PDIP belum juga diperiksa.

Sebelum mengirim surat, polisi akan mengumpulkan bukti terlebih dulu.

Jika bukti menguatkan dugaan ada kelalaian Jimy, barulah polisi akan menyurati MKD DPRD Maluku Tengah.

Hal ini mengundang reaksi dari peneliti budaya, Rumail Abbas.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved