Tolak Kenaian Harga BBM Pertalite, Aliansi Mahasiswa Demo di Kantor DPRD
Tuntutan para demonstran, mereka menganggap kebijakan juga kenaikan harga BBM sungguh sangat tidak tepat,
Laporan wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa Kota Medan melakukan aksi demonstrasi. Para demonstran mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.
"Sudah tiga kali harga BBM dinaikkan pada tahun 2018 ini. Terakhir harga jenis pertalite. Ini sangat tidak masuk akal," ujar para pengunjuk rasa di Kantor DPRD Sumut, Kamis, (29/3/2018).
Aksi demonstrasi juga menyinggung soal infrastruktur yang tengah digenjot oleh Presiden Jokowi. Namun, menurut tuntutan para demonstran hal ini sangat disayangkan.
Tuntutan para demonstran, mereka menganggap kebijakan juga kenaikan harga BBM sungguh sangat tidak tepat, dan akan menyengsarakan masyarakat kecil.
Naik Rp 200
Pertamina akhirnya menerapkan pemberlakuan harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pertalite mulai hari Sabtu (24/3/2018) lusa.
Harga terbaru pertalite Rp 8 ribu per liter atau naik Rp 200, dari harga sebelumnya. Kenaikan harga tersebut berlaku di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seluruh Indonesia
Untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa, Bali, NTB, dan NTT, harganya menjadi Rp 8000 per liter dari Sebelumnya Rp 7800 per liter.(Cr14/tribun-medan.com)(Cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/demo-mahasiswa_20180329_124942.jpg)