News Video

Tak Disangka, Ribuan Kotak Obat Ilegal Disembunyikan di 'Gudang' Belakang PAUD

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, menyita produk obat tradisional herbal yang mengandung bahan kimia obat tidak terdaftar.

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, menyita produk obat tradisional herbal yang mengandung bahan kimia obat tidak terdaftar.

Penemuan sepuluh produk  diduga berasal dari Negara Malaysia. Produk yang disita, Biocypress sebanyak 1020 kotak.

Di antaranya Powder Biocypress dalam aluminium 28800 sachet, pil hitam Biocypress striping 38 bal, pil hitam Biocypress striping dalam sembilan goni, Biocypress Mahoni Instan 18240 blister. Kemasan kotak 5000 lembar, kemasan kotak kecil 3200 lembar, segel produk warna silver 518400 lembar dan alat sealing merk satu unit.

Baca: Hadapi Bhayangkara Besok, Pelatih PSMS Djanur Sebut Laga Penting Raih Poin Penuh

Baca: Berkas 13 Tersangka Korupsi Rigid Beton tak Juga Dilimpahkan, Ini Alasan Kejati Sumut

Staff Pemdik BBPOM Medan, Urupan Sirait mengatakan tim sudah melakukan penyelidikan selama lebih kurang 4 hari di areal rumah tersangka Daud di Jalan Brigjen Bejo/Cemara Gang Delima nomor 18, untuk melihat modus operandi.

"Saat kita lakukan penyergapan di rumah tersangka Daud pada Kamis (29/3/2018), barang bukti hanya ada sedikit. Lalu kita coba menelusuri rumah yang berada tepat disebelah rumah tersangka, yang dijadikan Pendidikan Anak-Anak Uzia Dini (PAUD)," kata Urupan, di Kantor BBPOM Medan di Jalan Willem Iskandar Pasar V Barat nomor 2 Kenangan Baru, Percut Sei Tuan, Jumat (30/3/2018).  

"Untuk memastikan sisa barang yang mungkin masih banyak. Saya coba untuk bertanya kepada penjagan sekolah dan meminta ijin untuk masuk dengan alasan membuang air kecil," tambahnya.

Lebih lanjut, Urupan menjelaskan, setelah diizinkan masuk, ia lalu coba untuk mencari letak sisa barang lainnya. Ternyata benar, saat ruangan dibelakang PAUD yang dijadikan gudang dibuka pintunya, terlihatlah puluhan barang-barang obat ilegal.

Bahkan yang mengherankan saat masyarakat di sekitar lokasi ditanya, tidak ada yang mengetahui,  di belakang PAUD dijadikan gudang tempat penyimpanan obat-obatan ilegal.

"Jadi PAUD ini hanya dijadikan modus untuk menyamarkan tempat penyimpanan obat-obatan ilegal. Mungkin kalau kita tidak coba berpura-pura masuk kedalam PAUD untuk buang air kecil, kasus obat-obatan ilegal ini tidak akan terungkap," ungkapnya.

Kepala BBPOM Medan, Julius Sacramento Tarigan mengatakan bahwa tersangka mengklaim obatan-obatan herbak merek Biocypress, berkhasiat untuk mengobati nyeri sendi. Namun tersangka mengklaim bisa banyak mengobati jenis penyakit.

“Bisa untuk nyeri sendi, rematik bahkan bisa mengobati penyakit jantung. Jadi ini sudah benar-benar penipuan kepada seluruh masyarakat,“ kata Sacramento.

“Obat herbal merek Biocypress ini sudah beredar di Pulau Jawa, namun cara peredarannya masih terselubung,“ jelas Sacramento.(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved