News Video

Tersangka Pasarkan Obat Herbal Ilegal lewat MLM, Pernahkah Anda Konsumsi ?

Tersangka Muhammad Daud alias MD menggunakan cara Multi Level Marketing (MLM) dan online, untuk memasarkan produk obat ilegal tersebut.

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gudang  penyimpanan obat tradisional herbal ilegal yang diduga berasal dari Malaysia terbongkar.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengungkap, penyimpanan ribuan kotak obat yang tak terdaftar tersebut, yang berlokasi di Jalan Brigjen Bejo/Cemara Gang Delima No 18, Medan.  

Pasalnya BBPOM menduga bahan kimia yang digunakan dalam racikan obat-obatan tersebut, disinyalir menggunakan bahan yang berbahaya.

Diantaranya Powder Biocypress dalam aluminium 28800 sachet, pil hitam Biocypress striping 38 bal, pil hitam Biocypress striping dalam sembilan goni, Biocypress Mahoni Instan 18240 blister. Kemasan kotak 5000 lembar, kemasan kotak kecil 3200 lembar, segel produk warna silver 518400 lembar dan alat sealing merk satu unit.

Kepala BBPOM Medan, Julius Sacramento Tarigan mengatakan, tersangka Muhammad Daud alias MD menggunakan cara Multi Level Marketing (MLM) dan online, untuk memasarkan produk obat ilegal tersebut.

Baca: Direktur PDAM Tirta Deli Terkejut, kok Pelanggan Kena Abondemen Rp 400 Ribu

Baca: Hadapi Bhayangkara Besok, Pelatih PSMS Djanur Sebut Laga Penting Raih Poin Penuh

"Jumlah produk yang diamankan sebanyak 300 bal. Dengan jumlah jutaan tablet. Kita perkirakan nilainya sekitar Rp 2,5 miliar," kata Sacramento, Jumat (30/3/2018).

Terkait cara pemasaran yang menggunakan modus MLM, Sacramento menjelaskan, akan diselidiki terlebih dahulu, apakah anggota MLM juga terlibat atau tidak. Apakah jaringan MLM ini bagian dari kreatifitas perseorangan atau memang merupakan jaringan dari tersangka.

"Kita akan lihat apakah ini kreatifitas penjual atau memang bagian dari desain marketing dia. Kalau bagian dari desain marketing dia, akan ikut semua kita proses," jelas Sacramento.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 196 dan 197 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan dengan sanksi Rp 1,5 Miliar dan 15 tahun penjara.(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved