JR Merapat ke Djoss, Abdullah Rasyid : Sikapnya Tidak Mewakili Demokrat

Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat Abdullah Rasyid angkat bicara untuk menyikapi video

JR Merapat ke Djoss, Abdullah Rasyid : Sikapnya Tidak Mewakili Demokrat
JR Saragih 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat Abdullah Rasyid angkat bicara untuk menyikapi video JR Saragih yang beredar tentang menyatakan dukungan pada Pilkada Sumut.

Di mana JR menyerukan relawan dan simpatisannya untuk memakai hak pilih, mendukung Pasangan Calon Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot-Sihar Sitorus.

"Saya pastikan itu adalah sikap pribadi, saat ini Partai Demokrat belum mengeluarkan keputusan apapun terhadap hal ini, selain itu JR Saragih juga dalam status Plt yang tentu tidak lagi mewakili Partai Demokrat," katanya kepada tribun-medan.com, Selasa (3/4/2018) melalui pesan Whatsapp.

"Saat ini JR kan Plt, jadi tentu sikapnya tidak mewakili Demokrat," tegas Abdullah Rasyid.

Abdullah Rasyid juga mengaku apa yang dialami JR Saragih dan Partai Demokrat tidak seperti yang diharapkan. Bahkan ada kekhawatiran berupa dampak berkurangnya suara Partai Demokrat yang diklaim sebagai lumbung suara di luar Pulau Jawa.

"Memang kita sayangkan Partai Demokrat kehilangan panggung di Pilkada Sumut kali ini. Dan jika dbiarkan kondisi seperti sekarang, dikhawatirkan suara Partai Demokrat akan berkurang jauh, sementara Sumut sejak dulu adalah lumbung Demokrat di luar Jawa," ujar Abdullah Rasyid.

Bakal Calon Gubernur Sumatera, JR Saragih secara pribadi mendadak menyatakan dukungan ke Calon Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Beredar video, JR mengimbau agar relawan JR-Ance dan Pecinta JR Saragih mendukung Djoss, Senin (2/4/2018)

Dalam video berdurasi 31 detik, JR memakai kemeja garis-garis berwarna kuning mengaku Bakal Calon Gubernur menyerukan para tim dan relawan untuk memenangkan pasangan Djarot-Sihar.

"Saya JR Saragih mengajak tim dan segenap relawan untuk memenangkan Djarot-Sihar. Sekali lagi mari kita menangkan Djoss agar Sumut dapat lebih baik lagi. Horas, horas, horas," ungkapnya.

Menanggapi video ini, Ketua Tim Pemengan JR Saragih dari Partai Demokrat, yang juga Ketua DPRD Simalungun, Johalim Purba menegaskan bahwa JR Saragih hanya menyampaikan pesan politik berstatus Bakal Calon Gubernur, bukan berstatus Kader Demokrat.

Johalim menegaskan bahwa, Partai Demokrat secara organisasi belum ada menentukan kebijakan politik ke calon lain, pasca gagal menyalonkan JR Saragih-Ance Selian ke Pilgub Sumut 2018. Johalim menanggapi statemen JR hanya sebagai kandidat yang tidak jadi, dan memiliki relawan yang loyal bukan dari kalangan Partai Demokrat.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved