Aniaya Warga, Laurentius Hanya Divonis 3 Bulan 7 Hari

Erintuah menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Aniaya Warga, Laurentius Hanya Divonis 3 Bulan 7 Hari
Tribun Medan/Mustaqim
Terdakwa kasus penganiayaan, Laurentius warga Komplek Indah Permai Tahap II Blok E No 4 Kecamatan Medan Johor mendengarkan vonis hakim di Ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Terdakwa pelaku penganiayaan, Laurentius terhadap seorang warga bernama Achmad Husein Siregar pada 10 Oktober 2014 lalu hanya mendapat vonis 3 bulan 7 hari penjara.

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik dihadapan terdakwa yang merupakan warga Komplek Indah Permai Tahap II Blok E No 4 Kecamatan Medan Johor di Ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/4/2018).

Erintuah menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

"Menyatakan terdakwa Laurentius terbukti bersalah melakukan penganiayaan secara bersama-sama, sehingga dikenakan hukuman pidana selama 3 bulan 7 hari penjara," sebut Erintuah.

Mendengar tuntutan itu, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga langsung menyatakan menerima vonis yang diberikan hakim.

Baca: Massa Aksi Bela 212 Akan Kepung Polda Sumut Jumat Nanti, Begini Reaksi Kombes Rina Ginting

"Kami terima majelis," kata Joice.

Padahal pada persidangan dengan agenda tuntutan pada Rabu (21/3/2018) lalu, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 5 bulan penjara.

Sementara itu, sidang dengan agenda awal jawaban jaksa (replik) dan dilanjutkan dengan agenda vonis, mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian dari Polda dan Polrestabes Medan. Diduga hal itu dilakukan setelah persidangan pada pekan lalu berakhir ricuh.

Untuk diketahui, kasus penganiayaan yang dilakukan Laurentius terhadap Achmad Husein Siregar berawal ketika korban menegur terdakwa yang bermain musik ketika azan sedang berkumandang sekitar pukul 15.30 WIB pada Jumat (10/10/2014) lalu.

Diduga terdakwa merasa tidak senang mendapat teguran itu, sehingga Laurentius kemudian memukuli korban hingga babak belur. Akibatnya Achmad Husein Siregar mengalami luka pada bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Setelah pemukulan itu terjadi, korban kemudian melakukan visum ke rumah sakit dan melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Delitua.

Kasus ini baru masuk ke ranah pengadilan pada Februari 2018, setelah selama empat tahun mengendap di kepolisian.(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved