Liga 1

Persoalan Konflik Logo PSMS Sudah Terdengar Ke Telinga Pemain dan Berdampak Pada Tim

Menurut Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman (Djanur) persoalan tersebut sedikit mempengaruhi tim.

Persoalan Konflik Logo PSMS Sudah Terdengar Ke Telinga Pemain dan Berdampak Pada Tim
Doc
PSMS Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan, Ilham Fazrir Harahap

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Masalah yang tengah terjadi pada Manajemen PSMS Medan saat ini terkait logo tim Ayam Kinantan, ternyata sudah terdengar sampai ke telinga pemain dan pelatih.

Permasalahan tersebut langsung berdampak kepada tim.

Menurut Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman (Djanur) persoalan tersebut sedikit mempengaruhi tim.

"Yang pasti ada terpengaruh juga kepada anak-anak. Tapi saya akan coba meredam soal itu dan tetap fokus pada pertandingan lawan Persija," kata Djanur usai menggelar latihan di Stadion Teladan, Rabu (4/4/2018).

Menurut Djanur, ia heran persoalan logo diributi ketika PSMS tengah naik daun hingga saat ini.

Baca: Begini Penjelasan Manajemen Terkait Somasi Merek dan Logo PSMS Medan

Hal tersebut sangat disayangkannya mengingat saat ini PSMS sudah berada di kaara tertinggi Liga 1 dan bangkit dari keterpurukan.

"Saya pikir saya sependapat dengan apa kata legend-legend PSMS itu. Kenapa harus sekarang baru diributi kenapa tidak dari sebelumnya. PSMS sudah bagus-bagus malah diributi lagi," ungkapnya.

PSMS Medan kembali sedang dalam masalah. Bukan soal segi tim, melainkan hak paten dari merek dan logo PSMS.

Saat ini Manajemen PSMS tengah mempermasalahkan logo PSMS yang tengah disomasi oleh PT Pesemen Medan.

PT Pesemes Medan sebelumnya PT yang menangani tim PSMS sebelum PT Kinantan Medan Indonesia yang dibentuk saat ini. PT Pesemes pun telah melayangkan surat somasi terhadap sponsor apparel jersey PSMS yakni DJ Sport dan PT Kinantan Medan Indonesia.

Dalam somasi itu, tertuang bahwa pada Kementerian Hukum dan HAM RI Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (HKI) nomor 588696 dari segala bentuk barang/jasa mulai dari T-shirt, baju olahraga, jaket, syal, alas kaki, kaos kaki, sepatu dan topi.

Artinya PT Pesemes Medan mengklaim bahwa siapa saja yang memakai merek tersebut akan berhubungan dengan hukum susuai pasal UU No. 22 tahun 2016. Dengan masuknya somasi itu, PSMS yang saat berlaga di Liga 1 terancam tak bisa memakai logo tersebut.(*)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved