Breakingnews

Sempat Todongkan Senjata ke Ibu Kandung, Kompol F Tembak Adik Ipar

Entah bagaimana, suasana akrab itu berubah drastis. F tiba-tiba menodongkan senjata ke arah ibunya

Sempat Todongkan Senjata ke Ibu Kandung, Kompol F Tembak Adik Ipar
TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
POLISI melakukan pemeriksaan di satu rumah di kawasan Mandala, Medan, Rabu (4/4), yang merupakan TKP penembakan diduga dilakukan seorang oknum polisi terhadap laki-laki yang disebut-sebut sebagai adik iparnya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kompol F, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang disebut-sebut penembak Jumingan alias Jun, warga Jl Tirtosari, Gang Keluarga, Medan Tembung, dikabarkan telah menyerahkan diri di Polda Sumut, Rabu (4/4/2018) jelang tengah malam.

Setiba di Medan, Kompol F yang kini bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pulang ke Medan bersama istri. Sebelumnya, F sempat mengunggah foto-foto jelang keberangkatannya di Bandara di akun Facebook miliknya.

Setibanya di Medan, Kompol F datang ke rumah orang tuanya di Jl Tirtosari. Lantaran sudah lama tidak pulang ke Medan, dia sempat bertukar sapa dengan sejumlah tetangga rumah orang tuanya. Beberapa di antara tetangga itu disalaminya sebelum kemudian masuk rumah.

Keterangan sumber Tribun-Medan.com, awal pertemuan berjalan baik. F sempat berbincang- bincang dengan ibunya dan Heny Wulandari, adik F yang tinggal di rumah itu bersama suaminya Jumingan yang akrab disapa Jun.

"Saksi (Heny) juga sempat melihat F memijat ibunya yang menurut saksi dalam kondisi tidak sehat. Namun entah bagaimana, suasana akrab itu berubah drastis. F tiba-tiba menodongkan senjata ke arah ibunya," kata sumber.

Melihat itu, Jun, berupaya memisah dan menenangkan F. Jangan begitu, Bang, sebut Jun. Namun F tidak mengindahkan dan mengalihkan todongan pistolnya ke arah Jun. "Kemudian ada letusan senjata," ucap sumber.

Setelah suaminya bersimbah darah, Heny lari ke dalam kamar dan mengunci kamar lantaran ketakutan. F mengejar Heny dan sempat menggedor pintu kamar. Namun ibu F, melarang Heny keluar dari kamar.

Informasi diperoleh Tribun-Medan.com dari warga setempat, usai melakukan penembakan, F keluar dari rumah dengan tangan yang masih menggenggam senjata. Dia membawa serta ibunya.

Polda Sumut telah meminta keterangan tiga saksi. Selain Heny Wulandari, polisi juga meminta keterangan dua warga setempat bernama (inisal) A dan E. Keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Kompol F.
Hingga saat ini, F masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumut.(tio/tribun-medan.com)

Penulis: jefrisusetio
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved