Jokowi Salah Kostum tapi Dibilang Ganteng, lalu Titip Pesan Menohok Ini pada Relawan

"Sekali-sekali kan tampil ngganteng enggak apa-apa, iya kan?" lanjut dia.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo saat berpidato di depan seribuan relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Joko Widodo berkelakar mengenai pakaian yang dikenakannya saat menghadiri Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018).

Awalnya, Kepala Negara mengungkapkan kegiatan yang ia lakukan sejak Sabtu pagi.

"Tadi saya keluar jam 06.30 WIB. Ada acara di Bidakara pagi, kemudian acara Hari Nyepi di Cilangkap, kemudian menuju ke sini. Mohon maaf, saya salah kostum," ujar Jokowi yang disambut tawa relawan.

Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dipadu jas dan celana biru tua dilengkapi dasi merah.

"Saya hanya berpikir, ada (relawan) yang batin enggak ini. Kok enggak biasanya. Biasanya pakai (kemeja) putih, ini pakai jas, dasi komplet, ini ada apa?" kata Jokowi.

"Sekali-sekali kan tampil ngganteng enggak apa-apa, iya kan?" lanjut dia.

Jokowi pun berkesimpulan bahwa ia tidak salah kostum. Buktinya, saat tiba di acara itu, banyak relawan yang memuji penampilannya.

"Tadi banyak ibu-ibu yang bilang kepada saya, 'Pak Presidenngganteng ya'," imbuh Jokowi.

Jokowi mengatakan, pujian tersebut tentu lain daripada yang lain. Sebab, selama ini ia jarang mendapatkan pujian seperti itu. Sebaliknya, Jokowi lebih sering dibilang berwajah ndeso.

"Biasanya kan orang ngomong, wajah ndeso," tambahnya.

Para relawan yang hadir lantas tertawa.

Jokowi mengkritik pemimpin yang sering melontarkan pernyataan bernada pesimistis.

"Jangan kita bicara pesimis 2030 bubar! Pemimpin itu harus memberi optimisme kepada rakyatnya," ujar Jokowi dengan suara lantang dalam pidato pada acara Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Bogor,Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018).

"Pemimpin itu harusnya memberikan semangat kepada rakyatnya, meskipun tantangan sangat berat," lanjut dia dengan berapi-api.

Sontak, ribuan relawan yang hadir bersorak sorai sambil bertepuk tangan. Seketika ruangan tersebut riuh rendah.

Jokowi meyakinkan bahwa Indonesia kini justru sedang bergerak ke sebuah titik terang.

Oleh sebab itu, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama bekerja keras demi mencapai titik terang tersebut.

Jokowi mengingatkan bahwa untuk menjadi sebuah negara maju, pemerintah beserta rakyat tidak boleh bermalas-malasan. Sebaliknya, semua unsur harus bekerja keras dan bahu-membahu untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

"Indonesia akan jadi negara besar, akan jadi negara yang kuat ekonominya, memang harus melalui ujian-ujian, tantangan, dan rintangan. Enggak mungkin ada kita tiba-tiba jadi negara maju. Enggak akan ada rumusnya," ucap Jokowi.

"Enggak bisa kita bermanja-manja. Enggak bisa kita bermalas-malasan. Harus kerja keras, harus berusaha," lanjut dia.

Acara itu merupakan acara temu Jokowi dengan relawan. Para relawan yang tergabung di dalam GK Jokowi menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk menjadi presiden untuk periode pemerintahan 2019-2024.

Sejumlah menteri turut hadir dalam acara itu, antara lain Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, serta Kepala BNPT Suhardi Alius.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Sekali-sekali Tampil "Ngganteng" Enggak Apa-apa..." 
Penulis : Fabian Januarius Kuwado

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved