Belanda Caplok Tanah Adat Sihaporas dari Generasi Ke-5 Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita

Hotben Ambarita, menceritakan sejarah tanah leluhurnya yang dicaplok Belanda. Pemuka masyarakat adat Sihaporas ini adalah cicit dari Ompu Lemok.

Belanda Caplok Tanah Adat Sihaporas dari Generasi Ke-5 Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Masyarakat adat Sihaporas melakukan pertemuan audiensi dengan Kepala Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Pematangsiantar Djonner Efendi D. Sipahutar di kantor UPT KPH di Jalan Gunung Simanumanuk Pematansiantar, Senin (9/4/2018) 

Berdasarkan penuturan Hotben Ambarita, pemuka masyarakat dan tokoh adat Lamtoras, Masyarakat adat Sihaporas saat ini sedang berjuang mendapatkan kembali tanah adat peninggalan leluhur mereka, Ompu Mamontang Laut Ambarita.

Masih menurut Hotben Ambarita, warga Nagori/Desa Sihaporas adalah penduduk asli yang sudah ratusan tahun mendiami huniannya. Mereka surah turun-temurun mendiami Sihaporas, jadi bukan pendatang yang menggarap lahan pemerintah.

"Ompung kami jauh lebih dulu di Sihaporas, ratusan tahun sebelum Indonesia Merdeka," kata Hotben.

Hal ini dapat dibuktikan secara sistem kependudukan, bahwa kakek dan neneknya sudah tinggal di Sihaporas. Bahkan ia menyebut, Jahya Ambarita, ayahnya, yang kelahiran Sihaporas pada tahun 1920, sudah menjadi kepala desa pada tahun 1952.

"Ada surat otentik, asli, masih kami simpan sampai sekarang."

Bukan hanya itu, terdapat pemuda-pemudi Sihaporas yang ikut berjuang mengusir dan melawan penjajah Belanda maupun Jepang. Terbukti beberapa warga Sihaporas menerima anugerah/piagam penghargaan sebagai Legiun Veteran Republik Indonesia.

"Bapak saya, Jahya Ambarita, termasuk pejuang. Pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia," katanya.

Hotben menyebut, Jahya Ambarita mendapat piagam Legiun Veteran Republik Indonesia sesuai dengan Petikan Surat Keputusan Nomor: Skep 299/III/1990 tentang Pengakuan, Pengesahan dan Penganugerahan Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia sesuai Pasal 1 Ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 1967.

Pada 30 Maret 1990, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertahanan LB Mordani mengeluarkan Skep nomor pokok veteran (NPV) 2.043.074 kepada Jahya Ambarita. Masih menurut Hotben, bukan hanya ayahnya pejuang dari Sihaporas. Abang kandung Jahya, yakni Firman Ambarita juga pejuang.

Kemudian adik sepupunya, Ranto Mian Ambarita. Kemudian ponakannya, Gabuk Ambarita dan Victoria Boru Bakkara (pasangan suami-istri) pun memiliki bukti keanggotaan veteran pejuang.(*)  

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved