Pelaksanaan UNBK di Kota Medan, Sejumlah Sekolah Masih Kekurangan Komputer

Hari ini Senin (9/8/2018) hingga Kamis (12/4/2018) mendatang, seluruh siswa tingkat SMA/MA di Indonesia

Siswa-siswi SMA Katolik Trisakti Medan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh guru sebelum memulai UNBK hari pertama, Senin (9/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Sally Siahaan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Hari ini Senin (9/8/2018) hingga Kamis (12/4/2018) mendatang, seluruh siswa tingkat SMA/MA di Indonesia melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMA/MA.

Sebanyak 1319 sekolah tingkat SMA dan MA yang mengikuti UNBK tahun 2018 di Provinsi Sumatera Utara. SMA Negeri 14 adalah satu dari sejumlah sekolah tersebut.

Lingkungan sekolah tampak sunyi, beberapa murid masih melangsungkan UNBK untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan UNBK di SMAN 14 Medan yang terletak di Jalan Pelajar Timur Medan. Kasi Kurikulum SMA N 14 Medan Salamudin mengatakan, jumlah siswa peserta UNBK sebanyak 329 siswa. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu.

"Ini tahun kedua kita laksanakan UNBK. Siswa yang mengikuti meningkat dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu yang ikut sebanyak 298 siswa XII IPA dan IPS," ujarnya.

Dibandingkan pelaksanaan UNBK sebelumnya, di tahun ini Salamudin merasa sudah terjadi banyak pembaharuan, baik dari sistem maupun administrasi.

"Untuk pelaksanaan di tahun 2018 ini sudah terjadi pembaharuan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu kan pertama kali, wajar masih perlu penyesuaian. Sekarang ini kita mempersiapkan yang lebih baik lagi, baik secara sistem, peralatan, dan administrasi," katanya lagi.

Di tahun sebelumnya ada 65 komputer yang disediakan, dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 77 unit. Kendati demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kata cukup. Dibutuhkan sekitar 36 unit laptop tambahan milik guru-guru untuk membantu.
Ia berharap pelaksanaan UNBK tahun ini bisa berjalan dengan lancar. Terlebih untuk kondisi aliran listrik.

"Kita harap berjalan lancar, murid bisa kerjakan ujian dengan baik dan dapat nilai yang baik. Kendala saat ini InsyaAllah tidak ada. Untuk jaringan kita pakai bandwith sampai 100mbps. Semoga tidak ada pemadaman listrik. Kami memang sediakan UPS untuk jaga-jaga, tapi kami berharap jangan sampai terjadi hal tersebut," katanya menutup.

Sementara itu di SMA Katolik Trisakti Medan, terdapat sebanyak 191 siswa kelas XII IPA dan IPS yang mengikuti UNBK tahun 2018. Serupa dengan SMA Negeri 14, ini adalah tahun kedua dilaksanakannya kegiatan ini.

"191 murid yang mengikuti UNBK kita. Untuk tahun ini pelaksanaan semakin baik. Kendala server dari pusat tahun lalu sudah bisa dikendalikan. Tahun ini kita siapkan 80 komputer. 40 milik lab komputer dan 40 lagi milik lab bahasa. Itu semua hasil sumbangan yayasan," ujar kepala sekolah SMA Katolik Trisakti Medan Feddy Situmorang.

Untuk menghindari kendala jaringan internet, sekolah yang terletak di Jalan Medan Tenggara Kota Medan ini mempersiapkan 2 router internet.

"Saya merasa pelaksanaan UNBK ini sangat baik. Selain meminimalisir anggaran, kegiatan ini juga mendidik siswa untuk lebih jujur. Dulu waktu UNKP banyak penyebaran kunci jawaban, sekarang kan tidak. Jadi murid diajak untuk berusaha sendiri. Kedepannya saya harap semakin diperbaiki sistemnya kerjanya biar siswa tidak bingung. Untuk pelaksanaan tahun ini, saya harap jangan sampai terjadi pemutusan listrik, kasihan anak-anak kalau sampai terjadi pemadaman," katanya.

Karena keterbatasan jumlah komputer, kedua sekolah ini membagi waktu pelaksanaan ujian menjadi 3 sesi. Yang pertama pada pukul 7.30 WIB - 09.30 WIB, sesi kedua pada pukul 10.30 WIB - 12.30 WiB. Serta, yang ketiga pada pukul 14.00 WIB - 16.00 WIB.

Siswa yang turut mengikuti UNBK, Apriliani, mengatakan bahwa ia merasa deg-degan menghadapi UNBK. Siswi kelas XII IPA SMA N 14 ini sudah melakukan persiapan sejak jauh hari.

"Sebelum ini kan udah ikut simulasi dan tryout dari sekolah. Ikut les tambahan juga, tapi masih deg-degan nanti bagaimana soal yang keluar. Pelajaran yang paling ditakutkan Matematika dan Biologi. Kalau Bahasa Indonesia aku masih bisa mengikuti," ujarnya sebelum melangsungkan UNBK pada sesi ke-2.

Kedua sekolah ini mempersiapkan murid-muridnya sejak jauh-jauh hari. Sekolah memberikan kelas tambahan bagi siswa kelas XII dan simulasi UNBK. Tidak hanya itu, sekolah juga memberikan dukungan melalui doa dan wejangan yang dilaksanakan beberapa hari menjelang pelaksanaan UNBK.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved