Smart Woman

Qintari Ayu Aninditha, Korban Bullying yang Sukses Jadi Mentor

Saya mengajari public speaking, personal branding, karisma building, membangun karisma, mengajari kepribadian.

Qintari Ayu Aninditha, Korban Bullying yang Sukses Jadi Mentor
TRIBUN MEDAN/Daniel Siregar
Qintari Ayu Aninditha 

Anak kedua dari dua bersaudara ini menyadari subjek psikologi itu memang banyak dibutuhkan.

Pada tahun 2014 ia mewakili Indonesia dalam Human Rights and Education Accessibility Committee, G20 youth Summit 2014 di Jerman.

Di Jerman, ia bersama kepala negara yang tergabung di dalamnya, membahas komite akses pendidik dan HAM. Di sana banyak menyinggung tentang psikologi, dan ia memutuskan ingin menjadi psikolog.

"Tapi kalau ditanya jalan hidup saya, tidak semudah yang dibayangkan karena sejak SD hingga SMA saya mengalami bullying. Sempat ditindas teman-teman sekolah, saya enggak punya teman, terus nilai saya jelek,"ujarnya.

Untung saja ia memiliki orangtua yang selalu mendukungnya. "Kamu tamat saja, enggak usah kejar-kejar rangking,"orangtua saya menerima saya apa adanya,"ujarnya, menirukan perkataan mamanya.

"Anak-anak lain yang dibully terus mereka enggak semangat sekolah, dukungan dari orangtua itu sangat diperlukan. Kesehatan mental anak jauh lebih berharga dibandingkan dengan nilai di sekolah. Orangtua harus percaya seorang anak punya kemampuan lain di luar nilai akademisnya,"katanya.

"Begitu saya tamat dan tidak ketemu mereka, saya bisa jadi duta mahasiswa dan saat itu saya kaget. Karena waktu itu tujuan saya ikut duta mahasiswa sekedar punya teman karena selama sekolah saya tidak punya teman. Peserta yang lain bersaing, mereka menghafal ujian segala macam, sementara saya mendatangi semua peserta satu-satu, saya sibuk berteman. Saya enggak peduli menang atau tidak, benar-benar cuma ingin berteman. Tapi gara-gara itu malah mungkin juri merasa bahwa saya nothing to lose dan jadinya malah langgeng, menjawab pertanyaan dengan tenang, teryata saya bisa,"tutur Qintari.

Ia menambahkan bahwa lingkungan seseorang sangat  mempengaruhi orang tersebut akan menjadi seperti apa.

"Saya mengalami bullying, sekarang itu enggak menyakiti saya lagi, saya bisa mengalami hal yang buruk dan Insya Allah dari situ saya tetap berusaha menemukan hal yang baik dari sana. Saya bisa melakukannya ketika saya punya tujuan untuk bahagia,"ujarnya.

 Nama : Qintari Ayu Aninditha 

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved