Breaking News:

Film Benyamin Biang Kerok Sepi Penonton, Rumah Produksi Tuntut Penulis Cerita Asli Rp50 Miliar

Penggugat merasa seharusnya mendapat penonton 6 (enam) juta penonton, tetapi kenyataannya hanya 600.000 orang.

kolase/dok warta kota
Penulis cerita asli film Benyamin Biang Kerok dan Benyamin Beruntung, H Syamsul Fuad, menggugat PT Falcon Pictures. Gugatan ini terkait kasus sengketa hak cipta film legendaris itu, sidang perdananya sudah dimulai di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com-Syamsul Fuad, penulis cerita film Benyamin Biang Kerok versi asli, yang dirilis pada 1972, digugat perdata oleh Ody Mulya Hidayat dari MAX Pictures di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Syamsul mengatakan bahwa ia dituduh sebagai penyebab film Benyamin Biang Kerok (2018)  tidak mencapai target enam juta penonton.

Syamsul mengatakan pula bahwa Ody menuntut Syamsul mengganti kerugian materil Rp35 miliar dan immateril Rp15 miliar.

"Nuduh, gara-gara saya, penonton Benyamin Biang Kerok (versi kekinian) tidak mencapai 6 juta penonton. Mereka menuntut kerugian Rp 50 miliar," tutur Syamsul melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Selasa (17/4/2018) malam.

Kompas.com juga menerima copy berkas gugatan yang dilayangkan penggugat MAX Pictures kepada Syamsul sebagai tergugat. Pada poin 10 berkas gugatan itu tertulis:

Bahwa dikarenakan perbuatan yang dilakukan oleh Tergugat tersebut Penggugat mengalami kerugian dengan asumsi dan perhitungan sebagai berikut; Penggugat seharusnya mendapat penonton 6 (enam) juta penonton, tetapi kenyataannya hanya 600.000 (enam ratus ribu) penonton sehingga kerugian materil yang timbul sebesar kurang lebih Rp 35.000.000.000 dan kerugian immaterial sebesar Rp 15.000.000.000.

Sementara itu, Ody Mulya Hidayat enggan berkomentar mengenai tuntutan materil dan immateril dalam gugatannya tersebut. Ia melempar persoalan itu kepada kuasa hukumnya.

"Coba tanya pengacara saya. Intinya kami tidak mau merugikan orang. Kalau mau damai, monggo. Kalau tidak, ya tidak masalah. Kami tetap menjelaskan bahwa kami berhak atas copyright," kata Ody ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa malam.

Selain oleh MAX Pictures, Syamsul Fuad juga digugat oleh Falcon Pictures, yang bersama-sama MAX Pictures menggarap film Benyamin Biang Kerok (2018).

Syamsul Fuad, penulis cerita film ‘Benyamin Biang Kerok’ yang dirilis tahun 1972, beberapa waktu lalu menggugat pihak Falcon Pictures, Max Pictures, Nirmal Hiroo Bharwani alias HB Naveen (Falcon Pictures), dan Ody Mulya Hidayat (Max Pictures).

Lelaki berusia 81 tahun itu melayangkan gugatan terkait hak cipta atas film 'Benyamin Biang Kerok' (2018) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada 5 Maret lalu.

Pihak Syamsul Fuad mempermasalahkan soal hak atas cerita di film 'Benyamin Biang Kerok' dan 'Benyamin Biang Kerok Beruntung'.

"Jadi di sana ada yang tidak orisinal. Pertama masalah judul dan karakter Pengki yang memang sama dari karakter fiksi. Itu sama di tahun 72 dan tahun 73, karakter itu memang ada. Kemudian temanya kan komedian musikal. Selanjutnya sekuel 'Biang Kerok Beruntung' sudah mereka persiapkan juga dan akan tayang Desember 2018. Itu yang kita permasalahkan karena mereka sudah memodifikasi ciptaan Pak Syamsul Fuad tanpa izin beliau," beber Bakhtiar, kuasa hukum Syamsul Fuad. (Tri Susanto Setiawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Syamsul Fuad Sebut Dituduh Sebabkan Benyamin Biang Kerok Tak Raih 6 Juta Penonton

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved