Unjuk Rasa, Massa GKSB Usir Sekda Siantar dari Kantor DPRD

Massa Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB) menggelar unjuk rasa ke Kantor DPRD Kota Pematangsiantar

Unjuk Rasa, Massa GKSB Usir Sekda Siantar dari Kantor DPRD

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Massa Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB) menggelar unjuk rasa ke Kantor DPRD Kota Pematangsiantar. 

Massa berunjuk rasa karena merasa etnis Simalungun dilecehkan dan kurang diakomodir dalam kebijakan Wali Kota Siantar, Kamis (19/04/18).

Massa GKSB bertujuan menyampaikan aspirasi hanya kepada pihak DPRD. Namun, di saat bersamaan, pihak DPRD juga mengundang perwakilan Pemko Pematangsiantar hadir bersama untuk bermusyawarah di Komisi I. Di mana hadir Sekda Siantar, Budi Utari Siregar.  Alhasil masa menunjukkan kemarahan dan mengisyaratkan agar Sekda keluar dari ruangan. 

Secara tegas kehadiran Sekda dan staf ditolak perwakilan GKSB. Dalam hal ini disampaikan Ketua Umum DPP KNPSI, Jan Wiserdo Saragih yang didampingi belasan orang lainnya. 

"Kami menolak keras kehadiran Pemko (Siantar) disini. Karena kami hanya mau menyampaikan aspirasi kami kepada DPRD," ucap Janwiserdo.

Hal itupun disepakati oleh anggota dewan. Sekda Kota Siantar, Budi Utari pun yang telah tiba dan duduk di ruangan Komisi I DPRD Siantar tampak tertunduk dan tak lama beranjak meninggalkan ruangan. 

Adalah Rado Damanik muncul dari kerumunan massa GKSB yang tegas meminta perwakilan Pemko Pematangsiantar keluar dari ruangan Komisi I. Rado Damanik mengusir Sekda Siantar, Budi Utari dari ruangan Komisi I DPRD Siantar dengan alasan GKSB tidak membutuhkan kehadiran Sekda disana. 

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved