Mitra GO-JEK Perempuan Calon Sarjana S-3, Ini yang Bikin Khairina Bangga dengan Hasil Kerja Kerasnya

“Ada pelanggan yang membatalkan orderan setelah mengetahui bahwa saya wanita dan ada juga pelanggan yang malah ingin gantian'

Mitra GO-JEK Perempuan Calon Sarjana S-3, Ini yang Bikin Khairina Bangga dengan Hasil Kerja Kerasnya
Khairina, mitra GO-JEK perempuan di Medan 

 Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

 TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Berprofesi sebagai mitra atau driver GO-JEK di Medan tak membuat Khairina malu atau rendah diri. Ia malah sangat bersemangat menjalani hal tersebut.

 Wanita berusia 38 tahun ini memang pernah mendapatkan berbagai macam reaksi dari pelanggan, seperti ada yang membatalkan orderan karena mengetahui bahwa drivernya adalah seorang wanita.

 “Ada pelanggan yang membatalkan orderan setelah mengetahui bahwa saya wanita dan ada juga pelanggan yang malah ingin gantian karena tidak tega jika saya yang bawa motor,” ujar wanita yang juga Dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara tersebut.

Baca: Meriahkan Hari Kartini, Auto2000 Sisingamangaraja Lomba Mewarnai dan Melukis

Baca: Polrestabes Medan Dalami Kasus Penggelapan Mobil oleh Oknum Dokter, Terkuak Korban-korbannya

 Ia menuturkan, menjadi mitra GO-JEK, juga banyak hal mengharukan yang terjadi padanya. Salah satunya yaitu ia pernah mendapatkan pelanggan laki-laki yang kemudian memberikan tips lebih dan menyampaikan kekagumannya terhadap Khairina.

 “Saya cukup terharu karena ternyata banyak juga pelanggan yang perhatian dan memberikan motivasi untuk saya,” tuturnya.

 Selain disibukkan sebagai mitra GO-JEK, Khairina juga sedang menyelesaikan disertasi S3-nya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di jurusan Psikologi Pendidikan Islam.

 Biaya yang dikeluarkan untuk sekolah hingga jenjang S3 tentu tidak sedikit dan untuk memenuhinya ia bekerja mengajar sebagai dosen di pagi hari dan selesai dari mengajar ia menjadi driver GO-JEK.

Baca: LIVE STREAMING: Madura United vs Arema FC Kick off Pukul 15.30 WIB

 “Saya tidak pernah merasa malu karena yang saya kerjakan adalah sesuatu yang baik. Walau pernah beberapa kali mendapatkan pelanggan yang ternyata adalah mahasiswa saya sendiri, saya malah merasa bangga,” ungkapnya.

 Ia selalu bangga dengan apa yang ia lakukan terutama hal tersebut merupakan hal yang positif dan hasil dari kerja kerasnya sendiri. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved