Inspiratif
Petinju Daud Jordan Mendunia, Inilah Fakta Kehidupan Istri & Anaknya yang Tetap Tinggal di Pelosok!
Kemenangan meyakinkan Daud Cino Yordan kala menghadapi jagoan Rusia,Pavel Malikov pada laga elemeninasi kelas ringan WBA
TRIBUN-MEDAN.COM - Kemenangan meyakinkan Daud Cino Yordan kala menghadapi jagoan Rusia, Pavel Malikov pada laga elemeninasi kelas ringan WBA di Yekaterinburg, Rusia, Senin (23/4/2018) dini hari WIB, membawa nama Daud Cino Yordan kembali mendunia.
Dua sabuk yang ia bawa ke Tanah Air menjadi balasan setimpal betapa kerasnya persiapannya menghadapi pertarungan ini.
Ia merebut dua sabuk juara tinju kelas ringan, WBA Asia dan WBO Intercontinental, dari tangan Petinju asal Rusia Pavel Malikov.
Tidak sedikitpun kelelahan terlihat di wajahnya. Pukulannya sangat terarah dan berbobot. Staminanya juga masih sangat stabil.
Puncaknya adalah di ronde kedelapan.
Lewat kombinasi pukulan telak ke perut dan wajah Malikov, Daud mengakhiri pertarungan dengan kemenangan Knock Out (KO).
Begitu Malikov jatuh tumbang di atas kanvas, para pendukung Malikov, tercengang. Mereka mendadak membisu setelah sejak ronde pertama tak henti-hentinya memberikan dukungan.

Baik dengan teriakan supporting hingga tepuk tangan setiap pukulan Malikov mendarat di tubuh dan wajah Daud Yordan.
Mereka yang awalnya duduk sangat rapi, mendadak serentak berdiri. Beberapa di antara mereka menutup dan mengusap wajah. Sebagian terpaku sambil menatap ring tinju.
Bahkan, wajah perempuan yang diyakini sebagai istri Malikov yang berdiri tak jauh dari ring juga terpana.
Pavel Malikov KO (Youtube/RCC Boxing).
Suasana di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, Senin (23/4/2018) dini hari itu benar-benar sepi senyap.
Kecuali teriakan kemenangan kubu Daud Yordan dan beberapa orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menonton langsung laga prestisius tersebut.
Namun suasana hening itu kemudian pecah saat Daud Yordan menunjukkan sisi sportivitasnya sebagai atlet, sebagai juara dunia.

Ia menghampiri dan memeluk Pavel Malikov yang terbaring tak berdaya menahan sakit.
Melihat sikap sportif yang diperlihatkan Daud Yordan, publik Rusia yang mayoritas para pendukung Malikov membalasnya dengan sangat indah.
Mereka yang berdiri sejak Malikov tumbang, memberikan tepuk tangan meriah untuk Daud Yordan.

Tepuk tangan yang berlangsung cukup lama itu, bergemuruh memenuhi arena. Bahkan, perempuan cantik yang diyakini sebagai istri Malikov juga memberikan tepuk tangannya.
Wajah-wajah yang tadinya tegang, berubah menjadi raut penuh kebanggaan.
Bangga karena meski Daud Yordan mampu mengalahkan Malikov, namun dirinya tidak merayakannya secara berlebihan. Sebaliknya, Daud Yordan malah menunjukkan respect dan simpati kepada Malikov.

Sungguh sebuah pertarungan yang mengaduk emosi. Sebuah pertunjukkan yang hanya bisa dilihat di arena olahraga dengan atlet-atlet kelas dunia. Bravo Daud Yordan! Bravo Pavel Malikov!
Simak video bagaimana Daud memukul jatuh Malikov dan respectnya publik Rusia kepada Daud berikut ini:
Dua sabuk ini menjadi kado istimewa untuk masyarakat Indonesia terutama sang istri Angela Megaria Panuda Yordan dan putranya, Miguel Angel Yordan Jr.
Sosok sederhana dan rendah hati
Daud merupakan sosok atlet berprestasi yang sederhana dan rendah hati.
Banyak tawaran menggiurkan dan mengharuskannya harus stay di Jakarta, namun ia menolak dan lebih memilih tetap tinggal di kampung halaman, Sukadana, Kalimantan Barat.
Dalam kesehariannya saat tidak ada jadwal pertandingan, Daud bersama istri dan putranya menghabiskan waktu di Daud Boxing Club milik mereka.
Keluarga ini pun sesekali jalan-jalan ke Kota Pontianak.
Istrinya tak mau hidup glamor di kota. Ia dan anaknya tetap tinggal di kampung.
Jika menuju kampungnya Sukadana dari Pontianak, mengunakan jalur darat butuh 8-12 jam.
Jika mengunakan speed boat bisa melalui pelabuhan Senghi Pontianak- Teluk Batang KKU. Jarak tempuh perjalan memakan waktu sekitar 5-6 jam. Jadwal barangkat sekitar pukul 08.00 WIB.
Rute mengunakan pelabuhan Rasau Jaya juga bisa meggunakan speed.
Waktu tempuh Pontianak- Rasau kurang lebih satu jam. Jarak Tempuh ke Teluk Batang KKU sedikit lebih cepat dibandingkan dari Pelabuhan Senghi.
Jika mengunakan Kelotok atau feri bisa menempuh dari Rasa Jaya. Jarak tempuh dari Rasau-Teluk Batang memakan sekitar 10 jam.
Biaya per orang Rp 75 ribu dan sepeda motor dihitung satu kendara sama dengan satu orang. Waktu untuk dari Rasau, anda bisa memilih waktu pagi, sore pukul 4 dan malam hari pukul 8 malam.
Sementara untuk lewat udara seperti dijelaskan di atas harus terlebih dahulu melalui bandara di Kabupaten Ketapang.
Maskapai yang melayani perbangan untuk rute Pontianak- Ketapang seperti KalStar dan Garuda Indonesia.
Biaya satu tiket untuk sekali penerbangan hampir sama dengan Pontianak- Jakarta kisaran Rp 500-700 ribu.
Ketika anda dari Bandara Sukadana, KKU jarak tempuh sekitar 1,5 - 2 jam. Sedangkan dari Teluk Batang - Sukadana sekitar satu jam.
Sesekali, keluarga Daud juga menyempatkan diri jalan-jalan ke Jakarta. Itu semua mereka jalan sangat sederhana sperti warga kampung lainnya di Sukadana. Tidak ada yang berbeda, apalagi kesan mewah.
Baca: Wanita Cantik Selebgram Ini Potong Alat Kelamin Pacarnya yang Musisi Band Rock, Hingga tak Tersisa!
Baca: Inilah Deretan Foto-foto Seksi Artis Muda Cantik Dinda Kirana yang Sempat Bikin Heboh Netizen
Mengutip TRIBUNPONTIANAK.co.id dari akun Instagram @daud_cino_yordan, Senin (23/4/2018), berikut foto-foto kesederhanaan keluarga Daud:
1. Jalan-jalan
2. Miguel Ulang Tahun
3. Ops, Miguel tidak Latihan Tinju. Malah Nukang
4. Bersantai Ala Keluarga Daud
5. Dukungan Penuh Ibu Tercinta
6. Nah, ini baru tepat. Ikutan latihan tinju bersama ayah
Pesan sang istri buat Daud: Selalu Optimistis
"Jangan terlalu mengkhawatirkan aku dan dan anakmu. Fokus saja dengan pertandinganmu," demikian pesan Angela Mega (22) kepada suaminya, Daud Jordan.
Pesan tersebut disampaikan Mega saat melepas Daud jika hendak bertolak ke luar negeri untuk melakukan pertarungan tinju.
Tak bisa dipungkiri perasaan istri.
Kecamuk perasaan Mega pun bertahta tatkala melepas suaminya, Daud pergi untuk berjibaku.
Istri siapa yang hatinya tak gundah-gulana kala menyaksikan suaminya bertarung di atas ring.
Namun, silang-sengkurat perasaan Mega, tak dibiarkannya terawat.
"Setiap pertandingan tinju yang Daud lakukan, dia selalu optimis akan memenangkan pertandingan itu. Saya pun harus optimis agar dia tenang dan dapat fokus bertinju," ujar Mega kepada Tribunpontianak.co.id.
Sosok di balik kemenangan Daud
Lantas siapa di balik kebangkitan gemilang Daud Yordan? Dialah Gabriel Campillo.
Seperti diketahui, beberapa bulan lalu Daud bertolak ke Spanyol untuk pemusatan latihan menghadapi pertarungannya. Sang istri, Angela dan putranya Miguel tetap di Indonesia.
Gabriel Campillo adalah mantan petinju asal Spanyol.
Selama di Spanyol, Daud berlatih di Logrono, di sasana milik Gabriel Campillo.
Bahkan Gabriel Campillo turun tangan langsung menangani Daud, hingga pertarungan tadi malam.
Campillo ternyata pernah menjadi juara dunia kelas berat ringan WBA.
Campillo menyandang julukan Chico Guapo, atau Si Ganteng.
Dia kelahiran Madrid, dan saat ini berusia 39 tahun.
Mengutip data dari boxrec, Campillo memulai debut profesional pada 2 Februari 2002.
Nama Campillo relatif kurang dikenal dalam percaturan tinju dunia, sampai dia memenangi perebutan gelar kelas berat ringan WBA melawan Hugo Hernan Garay dari Argentina pada 20 Juni 2009.
Gelar tersebut hanya sekali dipertahankan Campillo pada 15 Agustus 2009, lewat kemenangan angka atas Beibut Shumenov dari Kazakstan.
Namun dalam laga ulang, Campillo kalah angka dari Shumenov dan gelarnya hilang. Campillo sempat berusaha merebut gelar versi IBF, namun kalah angka dari petinju Amerika Serikat, Tavoris Cloud.
Sejak itu Campillo tak lagi mendapat kesempatan menantang juara dunia.
Campillo mundur dari ring tinju dua tahun silam, setelah menderita dua kekalahan KO beruntun.
Petinju berkepala plontos itu kalah KO dari Artus Beterbiev (Rusia) dan Marcus Browne (Amerika Serikat).
Saat pensiun, Campillo menyandang rekor 25-8-1 (12 KO). Campillo adalah seorang petinju kidal dan bergaya fighter. Karena fighter kidal itulah, Campillo sangat cocok melatih Daud. (*)