Begini Ungkapan Hati Fredrich Yunadi Kenapa Sering Marah-marah di Ruang Sidang

Pengacara Fredrich Yunadi sempat beberapa kali beradu mulut dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selama persidangan

Begini Ungkapan Hati Fredrich Yunadi Kenapa Sering Marah-marah di Ruang Sidang
Gita Irawan/Tribunnews.com
Terdakwa perintangan penyidikan tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Fredrich Yunadi di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat pada Kamis (15/2/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengacara Fredrich Yunadi sempat beberapa kali beradu mulut dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selama persidangan kasus merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik.

Mantan penasihat hukum terdakwa korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik Setya Novanto itu mengungkapkan alasan mengapa sempat mengeluarkan pernyataan bernada tinggi.

Fredrich menuding pernyataan JPU pada KPK selalu memberikan penyerangan dan menuduhnya mengintimidasi saksi.

Hal itu mendasari Fredrich kerap meluapkan kemarahan di ruang persidangan.

"JPU suka menyerang pasti kami harus melawan, saya juga suka disebut mengintimidasi saksi. Saya tidak mengintimidasi saksi," tegas Fredrich di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Dia menegaskan apa yang disampaikan kepada saksi hanya sebatas melontarkan pertanyaan. Namun, dia tidak bermaksud mengintimidasi.

"Saya hanya bertanya kira-kira saksi tahu nggak peraturannya? Masa sekarang JPU nggak ngerti aturan? Dia memotong kalimat saya," tambahnya.

Sebelumnya, pada sidang kasus perintangan penyidikan korupsi proyek pengadaan KTP-el di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Kamis (26/4/2018) siang, berlangsung 'panas'.

Ketua majelis hakim, Saifuddin Zuhri, sempat menegur terdakwa Fredrich Yunadi, tim penasihat hukum, Friedrich Yunadi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, ketika sidang sedang berlangsung.

Berdasarkan pemantauan, ada ketegangan Jaksa Penuntut Umum pada KPK dengan Fredrich. JPU pada KPK, Takdir Suhan menilai mantan penasihat hukum Setya Novanto mengintimidasi saksi, Muhammad Toyibi, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved