Divonis 5 Tahun Penjara, Reaksi Istri Kedua OK Arya Tak Mau Tangisi Nasib Suaminya

Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Zulkarnaen terdakwa yang terjaring OTT divonis 5 tahun 6 bulan

Divonis 5 Tahun Penjara, Reaksi Istri Kedua OK Arya Tak Mau Tangisi Nasib Suaminya
TRIBUN MEDAN / DANIL SIREGAR
Siti Khadijah, istri kedua OK Arya saat hadir di persidangan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Zulkarnaen yang juga salah satu terdakwa yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap akhirnya divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara.

Seusai menjalani sidang vonis, OK Arya Zulkarnaen langsung berpelukan erat dengan istrinya yang kedua yakni Siti Khadijah yang juga hadir di persidangan.

Tampak sang istri tidak bersedih dan tak terlihat sedikitpun menitikan air matanya.

Selain berpelukan dengan istrinya, OK Arya juga tampak bersalaman dengan beberapa kerabatnya.

Begitu juga dengan Ayen dan Helman Herdady, seusai sidang kedua terdakwa yang turut menjalani sidang vonis bersama OK Arya tersebut juga tampak mengalami kerabat masing-masing yang hadir di persidangan.

Selain divonis dengan pidana penjara, OK Arya Zulkarnaen juga dikenakan pidana denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan serta dibebankan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 5 miliar 935 juta lebih oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Kamis (26/4/2018).

UP tersebut menurut majelis hakim merupakan sisa dari uang yang belum dikembalikan oleh terdakwa OK Arya.

"Dengan ini menjatuhkan pidana terhadap terdakwa OK Arya Zulkarnaen dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar 200 juta rupiah dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," kata hakim ketua Wahyu Prasetyo Wibowo saat membacakan amar putusan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (26/4/2018).

Terdakwa dibebankan untuk membayar uang pengganti (UP) dan apabila terdakwa tidak membayar UP, jika tidak, maka harta benda terdakwa dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Halaman
123
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved