Pengemis di Pusat Perbelanjaan Kota Medan, Harus Diberantas dari Hulu

Pengamat Sosial yang juga seorang Dosen USU, Agus Suriadi mengatakan, fenomena gelandangan dan pengemis

Pengemis di Pusat Perbelanjaan Kota Medan, Harus Diberantas dari Hulu
Pengemis di Skycross Plaza Medan Fair dan Pasar Petisah Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM- Pengamat Sosial yang juga seorang Dosen USU, Agus Suriadi mengatakan, fenomena gelandangan dan pengemis terjadi di seluruh kota di dunia. Yang menjadi persoalannya adalah, bagaimana assesmen yang dilakukan untuk menghentikan agar tindakan itu tidak mewabah.

"Kota Medan sudah memiliki regulasi mengenai hal ini, tapi kenapa ini masih belum selesai? Itulah, kita harus bisa berantas dari hulu," ujarnya.

Persoalan gepeng ini menurutnya sudah menjadi sebuah komoditi dalam konteks ekonomi. Karena itu perlu diberantas termasuk kelompok yang memobilitasi.

Tidak hanya itu saja, ia mengatakan, kerja sama pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan. Terlebih jika ini menyangkut lapangan pekerjaan.

"Kalau terkait dengan masalah lapangan pekerjaan, maka ini tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah kota saja, tapi juga bisa kerjasama dengan provinsi lainnya. Selain itu, peraturan harus ditegakkan dengan baik. Sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tidak lagi bersedekah kepada para pengemis," katanya.

Sementara Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon mengatakan, terkait dengan penyelesaian persoalan gelandangan dan pengemis DPRD Kota Medan siap melakukan pembahasan penganggaran untuk itu.

"Saya berharap Dinas Sosial bisa menyusun program kegiatan dan mengusulkan anggaran terkait dengan program pengentasan gepeng. Dan memasukkannya sebagai salah satu bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di Kota Medan pada KUAPPAS 2019," katanya.

Rena, seorang mahasiswa yang kerap mengunjungi pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair, mengeluhkan keberadaan pengemis yang kerap mangkal di jembatan penyebrangan menuju mall tersebut. Tidak hanya sekadar menghalangi jalan, pengemis juga tak jarang memaksa pengunjung yang hendak memasuki tempat itu.

"Terganggu lah. Bagaimana tidak? Kadang kita buru-buru tidak terlalu memperhatikan ke bawah, ternyata ada mereka sedang duduk di sudut. Kadang nggak sengaja terinjak. Sudah begitu nggak tahu siapa yang harus disalahkan," ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (26/4/2018).

Ia cukup heran dengan keberadaan pengemis di pusat perbelanjaan yang cukup besar di Kota Medan itu. Padahal sebelumnya, katanya, sudah sering dilakukan penertiban.

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved