Kali Pertama ISIS Targetkan Jurnalis, 8 Wartawan Tewas, Pakai Ledakan Pancingan

Setidaknya delapan wartawan dan empat petugas polisi tewas, kata juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish kepada BBC.

Editor: Tariden Turnip
afp
Fotografer AFP, Shah Marai, tewas dalam serangan bom bunuh di Agfanistan, Senin (30/4/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Setidaknya 25 orang tewas dalam dua pemboman di Kabul, ibukota Afghanistan, termasuk sejumlah wartawan yang sedang meliput di sana.

Kantor berita Prancis AFP mengatakan kepala tim fotografer mereka, Shah Marai, terbunuh dalam peristiwa itu.
Ledakan pertama dilancarkan oleh penyerang yang menggunakan sepeda motor.

Menyusul kemudian ledakan kedua, sekitar 15 menit kemudian setelah orang-orang, termasuk sejumlah wartawan, berkumpul di tempat kejadian.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengaku sebagai pihak yang melancarkan serangan itu.
Dalam sebuah cuitan, kantor berita AFP mengatakan ledakan kedua sengaja menyasar para wartawan.

"Pembom itu menyamar sebagai jurnalis dan meledakkan dirinya di antara kerumunan," kata juru bicara polisi dikutip AFP.

Radio Free Eropa memastikan bahwa dua wartawannya, Abadullah Hananzai dan Moharram Durrani, juga tewas dalam serangan itu.

Seorang wartawan lainnya, Sabwoon Kakar, terluka.

Setidaknya delapan wartawan dan empat petugas polisi tewas, kata juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish kepada BBC.

Sejauh ini, 45 orang dilaporkan terluka.

An Afghan girl scavenges for recyclable items on the outskirts of Kabul on October 4, 2011.

Foto karya Shah Marai: Seorang bocah perempuan Afghan memulung sampah daur ulang, 2011/SHAH MARAI / AFP.

AFP juga melaporkan bahwa dua wartawan dari 1TV, seorang wartawan dari Tolo news, dan seorang wartawan Jahan TV tewas.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui outlet berita mereka, Amaq, ISIS mengatakan bahwa serangan itu mereka lancarkan terhadap markas dinas intelijen Afghanistan.

Di distrik Shashdarak juga terdapat kementerian pertahanan dan sebuah kompleks NATO.

AFP menyampaikan duka cita dan penghormatan bagi Shah Marai, yang disebutkan memiliki enam anak, termasuk bayi yang baru lahir.

"Ini merupakan peristiwa yang sangat mengguncangkan," kata direktur berita global AFP, Michele Leridon.

A displaced Afghan woman asks for donations in the outskirts of Kabul on September 1, 2009.

Photo karya Shah Marai: Seorang perempuan sedang mengemis, Kabul, 2009/SHAH MARAI/AFP.

"Kini kami hanya bisa menyampaikan penghormatan kepada kekuatan luar biasa, keberanian dan kemurahan hati seorang fotografer yang sering meliput peristiwa traumatis dan mengerikan dengan kepekaan dan profesionalisme yang sempurna."

Pemboman di ibu kota Afghanistan sering terjadi.

Sebelumnya pada bulan April, bom bunuh diri si sebuah tempat pendaftaran pemilih menewaskan hampir 60 orang dan melukai 119 orang. Serangan itu juga diklaim oleh kelompok Negara Islam atau ISIS.

Taliban juga cukup aktif di Afghanistan, negara yang hanya 30% wilayahnya dikuasai penuh pemerintah, lapor penelitian BBC yang diterbitkan awal tahun ini.

Artikel ini sudah tayang di bbc news indonesia berjudul: ISIS dituduh sengaja menyasar wartawan dalam serangan bom yang tewaskan setidaknya 25 orang

Sumber: bbc
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved