Pembobol Toko Terancam Cacat Ditembak Polisi

Dedi yang mengenakan kaos tahanan berwarna jingga tak bisa berdiri. Dedi terancam cacat karena ditembak petugas.

Pembobol Toko Terancam Cacat Ditembak Polisi
Unit Reskrim Polsek Sunggal menggelar paparan terkait penangkapan tiga pelaku spesialis bongkar rumah/toko yang beralamat di Binjai, Desa Lalang Kecamatan Sunggal. Pelaku berjumlah tiga orang, Selasa (1/5/2018) Kota Medan. 

MEDAN,TRIBUN-Unit Reskrim Polsek Sunggal menangkap tiga sindikat pembobol studio foto di Desa Lalang, Sunggal. Adapun ketiga tersangka yakni Dedi Prayudi (32) warga Jalan Kartini, Gang Aman, Binjai, Wanda Siregar (33) warga Jalan Binjai KM 9,1 Sunggal, dan Fahri Lubis (31) warga Jalan Ahmad Yani, Binjai. Dalam penangkapan ini, tersangka Dedi ditembak petugas di bagian kaki kanannya.

"Tersangka Dedi ini adalah residivis. Ia merupakan otak pelaku," kata Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna, Selasa (1/5). Wira mengatakan, ketiga tersangka pada Selasa (17/4) menggasak perhiasan dan barang-barang berharga di dalam toko senilai Rp160 juta. Kemudian, uang hasil curian itu dibagi rata oleh masing-masing tersangka.

"Karena melawan saat dibawa pengembangan, tersangka Dedi terpaksa kami tindak tegas. Dari pengakuannya, ia sudah lima kali beraksi," kata Wira. Saat dihadirkan dalam gelar paparan, Dedi yang mengenakan kaos tahanan berwarna jingga tak bisa berdiri. Dedi terancam cacat karena ditembak petugas.

Saat diwawancarai, tersangka Dedi lebih memilih bungkam. Ia sesekali terlihat meringis kesakitan menahan luka tembak di bagian kaki kanannya. Dari pantauan TribunMedan, kaki kanan Dedi tampak membengkak. Untuk mempercepat proses pemulihan, kaki Dedi dipasangi pen penyanggah tulang dan infus.

Salah satu tersangka bernama Wanda mengatakan, ia bertugas mengangkati barang-barang di dalam studio foto milik korban. Dirinya nekat melakukan aksi pencurian karena sudah lama tak bekerja. Karena terdesak, ia pun mengamini ajakan tersangka Dedi.

"Uangnya disimpan di dalam rekening bank Sumut dan BRI. Rencana uang itu untuk keperluan sehari- hari saja," katanya. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp 90 juta, delapan cincin emas, satu gelang emas, satu buah kalung emas dan satu unit sepeda motor Honda CBR warna merah hitam BK 4544 BAH.(cr14/cr9)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved